MANADO — Proyek drainase dengan pagu anggaran lebih dari Rp2,8 miliar Tahun Anggaran 2025 kembali menuai sorotan tajam. LSM Garda Timur Indonesia (GTI) mendesak aparat penegak hukum tidak berhenti pada klarifikasi administratif, tetapi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut. GTI menilai sejumlah persoalan di lapangan patut diuji, termasuk dugaan ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis, kualitas pekerjaan, keterlambatan, serta efektivitas pengawasan PPK dan konsultan pengawas. Ketua Umum DPP GTI, Fikri Alkatiri, menegaskan besarnya uang negara yang digelontorkan harus menghasilkan pekerjaan yang benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Anggaran Rp2,8 miliar bukan angka kecil. Kalau ada dugaan pekerjaan tidak sesuai…