Desa  

Kades Lantik Kaur Keuangan, dan Kasun Tinggang, Begini Komentar Warga Desa Payaman

Bojonegoro – Pelantikan perangkat Desa Payaman formasi Kaur Keuangan (Shufyani Azzahro’) dan Kepala Dusun Tinggang (M.Yasin Bagus Wibowo) diselenggarakan di aula lantai dua gedung kantor Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, pada Jumat (17/8/2026).

Sejumlah warga menyoroti kenapa acara tersebut tidak dilaksanakan di pendopo balai desa setempat, dan kenapa pendopo balai desa malah jadi tempat parkir kendaraan para tamu yang hadir?.

“Balai desa itu bukan parkiran motor ngono kui lho,” tulis komentar salah seorang aktivis yang sekaligus warga Desa Payaman dalam sebuah group whatsapp.

Dikabarkan dari sejumlah warga bahwa perangkat desa terlantik, dari formasi kaur keuangan, merupakan anak dari kades setempat. Sebagaimana salah seorang warga yang tak ingin namanya disebut, menyampaikan bahwa ketika proses pendaftaran dimulai hingga ditutup, yang mendaftar hanya anak kades dan saudaranya sekdes saja.

“Iya mas, untuk formasi kaur keuangan yang ikut daftar hanya anaknya kades dan adiknya sekdes saja, karena warga sudah bisa meramal bagaimana hasilnya,” ucapnya.

Begitupun salah seorang warga lain yang mengaku berasal dari Dusun Tinggang turut berkomentar terkait perangkat terlantik dari formasi Kasun Tinggang, dirinya menyampaikan bahwa kasun baru tersebut menurut pemantauannya setiap hari tak terlihat berbaur dengan warga sekitar.

Terpisah, awak media telah mengonfirmasi hal tersebut kepada Sekdes Payaman namun tak ada jawaban, begitupun juga awak media telah mendatangi rumah kasun tinggang terlantik namun tak ada seorangpun yang menjawab uluk salam.

Dalam sambutan pelantikan tersebut, Camat Ngraho menyampaikan bahwa perangkat desa adalah pelayan masyarakat.

“Kepala dusun itu bukan kepala wilayah di suatu dusun yang bisa mengambil suatu kebijakan, tapi merupakan perangkat desa, karena kebijakan tetap pada kepala desa,” tutur camat.

Baca Juga :  Dengan STBM, Bojonegoro Siap Jadi Kabupaten ODF

“Anda yang jadi perangkat desa harus diniati jadi pelayan masyarakat,” tegasnya.

(Tim)