BOJONEGORO – Rekonstruksi jalan rigid beton di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun 2025 menuai sorotan publik. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan beberapa minggu tersebut kini sudah tampak mengalami keretakan di sejumlah titik badan jalan.
Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan dan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Publik menilai kualitas pekerjaan diduga perlu dipertanyakan dan butuh dievaluasi ulang secara detail, mengingat usia bangunan yang masih tergolong sangat baru namun sudah menunjukkan tanda tanda keretakan yang mencurigakan.
“Sangat disayangkan, baru beberapa minggu selesai tapi sudah retak. Kami khawatir kalau dibiarkan, kerusakan akan semakin parah dan merugikan masyarakat,” ujar salah seorang aktivis di Bojonegoro, Jumat (27/2/2025).
Ketika awak media ke lokasi proyek hendak berupaya untuk mengonfirmasi temuan tersebut kepada pihak tim pelaksana kegiatan maupun konsultan pengawas, namun tak ada satu pun yang ada di lapangan, padahal untuk matrial Brem nya belum tampak dihamparkan.
Sementara itu, Camat Padangan yang baru, Novita Sari, menyebut bahwa sebelumnya tim dari Inspektorat Bojonegoro telah melakukan pemeriksaan.
“Waalaikumsalam, terkait BKKD kemarin sudah ada monev dari inspektorat, ditunggu saja hasilnya seperti apa,” jawab Novita Sari melalui pesan WhatsApp pribadinya.
Warga berharap pemerintah desa tidak main-main dalam penggunaan dana BKKD yang sejatinya diperuntukkan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Mereka juga mengingatkan agar kejadian serupa seperti kasus BKKD tahun 2021 di beberapa desa di Kecamatan Padangan tidak kembali terulang.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan lebih lanjut. (Tim)












