Bojonegoro – Kelangkaan gas LPG 3 kg kembali melanda beberapa daerah di Indonesia, termasuk wilayah Kabupaten Bojonegoro, menjelang Hari Raya Idul Fitri. Warga kesulitan mendapatkan gas subsidi ini, bahkan harus muter muter berkeliling antar pengecer dari desa satu ke desa lain hingga berjam-jam guna mendapatkannya.
Harga gas LPG 3 kg juga melambung tinggi, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Hal ini memicu keresahan masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang bergantung pada gas LPG 3 kg untuk kebutuhan sehari-hari.
Anggota MPR RI, Al Hidayat Samsu, ketika tahun 2025 yang lalu telah meminta pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan distribusi gas LPG 3 kg dan menjamin ketersediaan gas bersubsidi di seluruh daerah. Ia juga meminta pemerintah untuk menghentikan kebijakan yang tergesa-gesa tanpa kesiapan infrastruktur dan sosialisasi yang matang.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis ini dan memastikan ketersediaan gas LPG 3 kg dengan harga yang terjangkau.
Sebagaimana dikeluhkan sejumlah warga wilayah Kecamatan Padangan dan sekitarnya, khususnya di Dusun Gesangan, Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, mereka merasa sulit mendapatkan isi ulang tabung gas LPG ukuran 3 kg.
“Untuk mendapatkan isi ulang tabung gas LPG 3 kg kami harus muter muter berkeliling dari satu toko pengecer ke pengecer lain, namun hasilnya tetap zonk,” keluh salah seorang warga di Desa Kebonagung yang enggan dipublikasi namanya.
Begitupun salah seorang pedagang pengecer berinisial NR di wilayah Kecamatan Padangan menuturkan bahwa sebenarnya untuk stok jumlah isi ulang tabung LPG 3 kg di wilayah Kecamatan Padangan dan sekitarnya itu tetap seperti biasanya, namun hal tersebut terjadi karena tingkat kebutuhan penggunaan isi ulang tabung gas LPG 3 kg itu yang meningkat sangat drastis.
“Kan menjelang hari raya itu sejumlah warga mulai disibukkan dengan masak masak beraneka ragam makanan untuk keperluan menyambut datangnya hari raya, sehingga jumlah kebutuhan penggunaan isi ulang gas LPG nya juga sangat meningkat begitu drastis, namun stok jumlah isi ulang tabung gas LPG yang didistribusikan itu tetap seperti hari hari biasa,” ungkapnya, pada Senin (16/3/2026).
“Semoga pihak pihak yang berwenang bisa menindak lanjuti dengan menambah stok jumlah isi ulang tabung gas LPG yang didistribusikan, sehingga tidak terjadi kelangkaan dan lonjakan harga yang melebihi HET,” harapnya.
Terpisah, awak media juga telah mengonfirmasi hal tersebut kepada Camat Padangan, dirinya menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan sejak 3 hari yang lalu.
“Terkait kelangkaan elpiji, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan sejak 3 hari yang lalu,” jawabnya.
Camat Padangan juga menyampaikan keterangan dari Dinas Perdagangan, bahwa pihak dinas setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Minggu ini SPBE segera melakukan pengisian. Terlebih lagi LO agen yang terpending dan segera para agen menyalurkan ke pangkalan. “Gas nya baru perjalanan dari depo Surabaya siang ini. Armada masuk mulai jam 2,” jawabnya meneruskan pesan dari pihak Dinas Perdagangan.
Berita Terkait
Perkuat Sinergitas Kapolres Nias Selatan Jalin Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Nias Selatan Demi Menjaga Stabilitas Daerah Nias Selatan – Dalam upaya mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat sinergitas antar aparat penegak hukum, Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi, S.I.K., M.H. bersama jajaran melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Negeri Nias Selatan pada Senin (20/7/2026) pukul 15.00 WIB. Kedatangan rombongan Polres Nias Selatan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Imam Fauzi, S.H. yang didampingi para Pejabat Utama Kejaksaan Negeri Nias Selatan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen memperkuat koordinasi antar institusi penegak hukum. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi, S.I.K., M.H., Wakapolres Nias Selatan Kompol Mahyu Danil Noor, S.Si., para Pejabat Utama Polres Nias Selatan, serta para Pejabat Utama Kejaksaan Negeri Nias Selatan. Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut merupakan langkah strategis untuk semakin memperkuat sinergitas dan soliditas antara Polri dan Kejaksaan sebagai dua institusi penegak hukum yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum yang berkeadilan. Menurutnya, hubungan yang harmonis dan koordinasi yang baik antara Polri dan Kejaksaan menjadi modal utama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kabupaten Nias Selatan. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, mulai dari penegakan hukum, pelayanan kepada masyarakat, hingga mendukung berbagai program strategis pemerintah. “Silaturahmi ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergitas dan soliditas antara institusi Polri dan Kejaksaan sebagai pilar utama kedaulatan bangsa. Dengan komunikasi yang baik dan kerja sama yang erat, diharapkan setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan semakin optimal demi kepentingan masyarakat,” ujar AKBP Alfian. Lebih lanjut disampaikan bahwa menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan di daerah. Stabilitas keamanan akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dengan nyaman, sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah. Si Humas Polres Nias Selatan menambahkan bahwa sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, seluruh program pemerintah akan dapat berjalan secara maksimal apabila seluruh unsur penegak hukum mampu menjaga kekompakan, membangun koordinasi yang baik, serta terus memperkuat kolaborasi dalam setiap pelaksanaan tugas. Melalui momentum silaturahmi ini, Polres Nias Selatan dan Kejaksaan Negeri Nias Selatan berkomitmen untuk terus mempererat hubungan kelembagaan, meningkatkan koordinasi dalam penegakan hukum, serta bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kepastian hukum di Kabupaten Nias Selatan. Sinergitas yang terjalin diharapkan semakin memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang aman, tertib, dan maju.(abdul)
Keluhkan Jalan Berdebu di Panimbangjaya,Warga,Apakah Harus Menunggu Kecelakaan Dulu Pandeglang-Banten-Mmc] Sejumlah warga masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Raya Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang yang dipenuhi debu disepanjang jalan Kp.Babakan Kiara- pasar Panimbang.Selain mengancam kesehatan pernapasan, pekatnya debu tersebut juga mulai mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas di jalur jalan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam dari warga setempat.Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya terkait lambatnya penanganan polusi debu di jalur itu. “Apakah harus menunggu ada yang kecelakaan dulu baru bertindak.Apakah tidak ada penyiraman jalan yang maksimal? Padahal yang lebih diutamakan itu menjaga kesehatan masyarakat dan yang dihawatirkan takut ada yang kecelakaan,tolong di perhatikan ya pak terkait jalan yang ngebul banyak debu ini.”Keluh dan Pintanya warga dengan nada kecewa. Di tempat terpisah,awak media berhasil menemui petugas yang bertanggung jawab atas penyiraman jalan di area tersebut.Pihak penyedia air jika mengatakan.Proses penyiraman tetap berjalan ketika loading. “Untuk saat ini, kapasitasnya sekitar 2 mobil per hari, di mana satu mobil bisa digunakan untuk 4 kali putaran,kalaw perusahaan selagi tidak ada job,penyiraman tidak dilakukan.jelas petugas penyiram. Ia menambahkan bahwa jangkauan jalan yang disiram terbentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer. “Kami mah selaku penyedia jual air dan bagian menyiram jalan saja.Biasanya kami melakukan penyiraman sekitar jam 2 siang dan jam 5 sore. Mengapa hanya 2 mobil untuk satu hari? Karena instruksi dari Kepala Plan memang segitu,Kalaw waktu dulu memang rutin dan teratur penyiramannya,tetapi untuk saat ini paling banyak cuma 2 mobil ” bebernya. Guna mendapatkan perimbangan berita awak media mencoba mendatangi lokasi PT.Varia Usaha Beton(VUB) untuk menemui pihak manajemen atau Kepala Plan. Namun sangat disayangkan,saat mencoba berkoordinasi dengan salah satu pihak terkait di lokasi agar bisa tersambung dengan pimpinan,Kepala Plan belum bisa memberikan keterangan secara resmi mengenai polemik debu jalanan ini. “Kepala Plan keadaannya lagi sibuk,Pak. Lain waktu saja kesini lagi,untuk hari ini tidak bisa.” tutur salah satu perwakilan di lokasi menirukan pesan pimpinannya. Hingga berita ini diterbitkan warga berharap pihak perusahaan terkait bisa lebih meningkatkan intensitas penyiraman jalan yang maksimal demi menjaga keselamatan berkendara serta kesehatan lingkungan masyarakat Panimbangjaya,sekaligus pelintas jalan. Juhadi Geembhol.