MK, Lahatt – Sumsel : Minggu 21 Juni 2026. Penulis.: Feb biru Lahat.

DPW JPKP Propinsi Sumsel akan melaporkan resmi APH terkait indikasi Penyimpangan Dana Anggaran Liputan TA 2025 dan Anggaran Tahun 2026 yang di Sinyalir Dilakukan sengaja atau tidak bidang PIKP Diskominfo Stastistik dan Persandian Kabupaten Lahat.
Anggran yang dimaksud pada Tahun 2025 sebesar 2.M lebih dialokasikan sebagian untuk untuk Biaya jasa perusahaan media Liputan kegiatan Bupati /wakil Bupati Lahat (Adverorial) namun dalam kontrak kerjasama Pihak Perusahaan Media tidak diberikan informasi estimasi harga kesehatan sebelum nya sehingga saat melakukan penagihan pihak Dinas Kominfo mengeluarkan Biaya Jasa bervariasi rp 1 juta hingga -rp 3jt
Hal seperti menjadi pertanyaan kenapa biaya jasa ada perbedaan di antara media yang posisi nya sama seperti media online , atas perintah dan kebijakan siapa dalam penentuan Biaya jasa liputan yang direalisasikan
Sementara Bidang PIKP diskominfo Agus Supriadi. SE diwakili Kasi Wadi tidak memberikan penjelasan secara detail terkait Jasa Liputan hanya memberikan Kwitansi yang akan ditanda tangani , ” Ini biaya jasa sebesar Rp 1jt kalau mau teken kalau tidak sudah ” ujar Wasi kepada awak Media.
Tindakan yang seakan akan di Monopoli dan terkesan tidak Transparan ini jugamenimbul adanya Dugaan Dana Anggaran Publikasi ada Penyalah gunaan dan Penyimpangan
selain itu diiduga Beberapa Perusahaan Media terbatas yang berkerjasama diduga ada memanipulasi Dokumen Perusahaan media seperti tidak mentaati aturan Perbup yang dikeluarkan sebagai acuan oleh WADI.
Dilain sisi mengamati adanya Dugaan Penyimpangan Dana Anggaran Jasad Liputan DPW BPKP Propinsi Sumsel yang di Wakili Devisi Humas dan Publikasi Noval Irawan akan melaporkan secara resmi kepada APH untuk membongkar adanya dugaan KKN yang telah disinyalir hanya untuk kepentingan Pribadi, Kelompok.
Sementara Kepala Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Kabupaten Lahat Eti Listiana. SP. MM hingga saat ini berita ditayang masih Belum memberikan jawaban Statment yang resmi , saat di hubungi beberapa kali melalui WA nya sudah tidak Aktif lagi yang sebelum masih dapat di hubungi.












