Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Berakhir, Raup Omzet Rp 1 Miliar Lebih

Bojonegoro memokita.com – Rangkaian acara Closing Ceremony Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 berlangsung meriah pada Sabtu (20/6/2026) sore di Alun-Alun Bojonegoro. Event tahunan yang ketiga kalinya ini sukses menjadi motor penggerak ekonomi kreatif sekaligus panggung pelestarian budaya lokal.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan BWBF ini terlaksana sebagai kontribusi Pemkab Bojonegoto agar UMKM naik kelas. “Kita patut berbangga bahwa BWBF ini UMKM benar-benar turut serta dan ada kolaborasi dengan para perajin dan pedagang,” ujarnya.

Dengan adanya Wastra Batik ini juga menjadi evaluasi bagi Kabupaten Bojonegoro, mengingat peserta stand juga berasal dari daerah yang telah lama berkecimpung dalam batik. Pihaknya juga mengatakan harus berbangga BWBF menjadi bagian dari rangkaian ketika Bojonegoro masuk UNESCO Global Geopark (UGGp) yang saat ini sedang tahap validasi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina menyampaikan, gelaran ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya batik.

Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk mendongkrak perekonomian masyarakat melalui penjualan batik dan produk turunan lainnya, dengan maksud untuk meningkatkan daya ungkit ekonomi berbasis ekonomi kreatif (ekraf) serta memperluas jangkauan pasar produk batik di semua tingkatan.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan beberapa diantaranya yaitu, meningkatkan kecintaan dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, khususnya batik sebagai warisan budaya leluhur; menumbuhkan inspirasi untuk menggali potensi seni, budaya, dan kepariwisataan daerah, khususnya dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat; serta menciptakan ajang promosi dan pemasaran batik khas daerah sebagai aset budaya bangsa yang bernilai tinggi.

Acara BWBF 2026 memberikan dampak multiplier effect yang signifikan bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha di Bojonegoro selama 4 hari pelaksanaannya. Yakni sektor hotel & guest house, tercatat ada 10 guest house dan hotel yang terlibat dengan perkiraan kunjungan mencapai 162 tamu yang menginap selama 4 malam. Sektor ini menghasilkan pendapatan sebesar Rp 175 juta dan menyumbang pajak hotel sebesar Rp 17,5 juta.

Baca Juga :  PLN Icon Plus Perkenalkan Konsep Digital–Green Integration Jelang Electricity Connect 2025

Sedang di sektor UMKM dan stand pameran, dari total 69 stand yang berpartisipasi, sebanyak 60 stand indoor berhasil meraup omset hingga Rp 1,063 miliar. “Total pendapatan stand dan hotel perkiraan Rp 1,4 miliar selama 4 hari serta hari ini hari terakhir dan masih berlangsung hingga malam nanti,” jelasnya (tries/hum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bez obzira na prigodu, lantana je tu da vaš trenutak učini nezaboravnim. รับซื้อรถ mercedes benz amg c class.