BOJONEGORO | Memokita.com – Jembatan yang berada di jalan Penghubung Utama Kecamatan (PUK) tepatnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai ambles.
Jembatan yang baru selesai pengerjaannya tahun 2023 lalu itu mengalami penurunan tanah timbunan jalan pendekat jembatan (oprit) dan mengakibatkan ambles, retak dan hampir putus, serta berlubang.
Salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi jembatan mengatakan jika kondisi itu sudah lama, dikhawatirkan jika dibiarkan akan menelan korban bagi pengguna jalan kecelakaan, karena lobang dijembatan itu semakin hari semakin lebar.
“Saya khawatir para pengguna jalan yang jarang melewati jalur ini, bisa saja kejeglong, apalagi pada saat malam hari,” ucapnya, Jum’at (01/11/2024).
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.
“Semoga ada tindakan dari dinas PU yang membidangi jembatan, sebelum terjadi kecelakaan dan kerusakannya semakin parah,” harapnya.
Sebelumnya, proyek pengerjaan jembatan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem itu menimbulkan konflik yang berkepanjangan, pasalnya pengerjaannya sempat mandek selama setahun lebih.
Masyarakat sekitar pun kala itu banyak yang kecewa, karena aktivitas mereka merasa terganggu akibat proyek pengerjaan jembatan yang tak kunjung selesai dan terkesan sangat lambat, padahal itu adalah jalur utama dari Pohwates menuju Kecamatan Kedungadem.
Situasi ini tidak hanya menimbulkan keresahan di kalangan warga, tetapi juga memicu pertanyaan besar terkait pengawasan dan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Kabupaten Bojonegoro yang seharusnya memastikan proyek ini berkualitas dan tahan lama sesuai rencana.
Lemahnya pengawasan dari dinas terkait jelas menjadi faktor utama dalam kualitas proyek ini. Jika pihak dinas melakukan pengawasan secara ketat, setiap tahapan pekerjaan seharusnya manfaat fasilitas yang dirasakan masyarakat semakin lama.
Sementara, Arik Nur Cahyo Kasi Jembatan PU BMPR Kabupaten Bojonegoro saat di informasikan oleh media ini terkait jembatan yang mulai ambles dan berlubang pihaknya akan segera menindaklanjuti.
Harapan masyarakat, jawaban tersebut semoga tidak hanya sebatas formalitas saja tanpa ada tindaklanjut. (Bbi/red).
Berita Terkait
Perkuat Sinergitas Kapolres Nias Selatan Jalin Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri Nias Selatan Demi Menjaga Stabilitas Daerah Nias Selatan – Dalam upaya mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat sinergitas antar aparat penegak hukum, Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi, S.I.K., M.H. bersama jajaran melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kejaksaan Negeri Nias Selatan pada Senin (20/7/2026) pukul 15.00 WIB. Kedatangan rombongan Polres Nias Selatan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan, Imam Fauzi, S.H. yang didampingi para Pejabat Utama Kejaksaan Negeri Nias Selatan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat kebersamaan sebagai wujud komitmen memperkuat koordinasi antar institusi penegak hukum. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi, S.I.K., M.H., Wakapolres Nias Selatan Kompol Mahyu Danil Noor, S.Si., para Pejabat Utama Polres Nias Selatan, serta para Pejabat Utama Kejaksaan Negeri Nias Selatan. Kapolres Nias Selatan AKBP Alfian Tri Permadi, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi tersebut merupakan langkah strategis untuk semakin memperkuat sinergitas dan soliditas antara Polri dan Kejaksaan sebagai dua institusi penegak hukum yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum yang berkeadilan. Menurutnya, hubungan yang harmonis dan koordinasi yang baik antara Polri dan Kejaksaan menjadi modal utama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kabupaten Nias Selatan. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, mulai dari penegakan hukum, pelayanan kepada masyarakat, hingga mendukung berbagai program strategis pemerintah. “Silaturahmi ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergitas dan soliditas antara institusi Polri dan Kejaksaan sebagai pilar utama kedaulatan bangsa. Dengan komunikasi yang baik dan kerja sama yang erat, diharapkan setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan semakin optimal demi kepentingan masyarakat,” ujar AKBP Alfian. Lebih lanjut disampaikan bahwa menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan di daerah. Stabilitas keamanan akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas dengan nyaman, sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah. Si Humas Polres Nias Selatan menambahkan bahwa sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, seluruh program pemerintah akan dapat berjalan secara maksimal apabila seluruh unsur penegak hukum mampu menjaga kekompakan, membangun koordinasi yang baik, serta terus memperkuat kolaborasi dalam setiap pelaksanaan tugas. Melalui momentum silaturahmi ini, Polres Nias Selatan dan Kejaksaan Negeri Nias Selatan berkomitmen untuk terus mempererat hubungan kelembagaan, meningkatkan koordinasi dalam penegakan hukum, serta bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kepastian hukum di Kabupaten Nias Selatan. Sinergitas yang terjalin diharapkan semakin memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang aman, tertib, dan maju.(abdul)