Bojonegoro – Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025 ini diterima oleh desa desa di Kabupaten Bojonegoro. Harusnya pengerjaan proyek BKKD ini dilakukan dengan penuh kehati hatian dan juga menjaga kualitas bangunan secara maksimal.
Rekonstruksi rigid beton misalnya, matrial LPA yang berupa basecourse untuk ketebalan hamparannya seharusnya sangat diperhatikan agar jangan sampai kurang dari yang ditentukan dalam RAB. Pasalnya jika mengurangi ketebalan matrial basecourse berarti mencuri volume dari proyek pemerintah yang sumber dananya dari pajak rakyat.
Sebagaimana proyek rekonstruksi jalan rigid beton yang lokasi tepatnya masih turut wilayah Desa Tlatah, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, menuai sorotan publik.
Pasalnya, pekerjaan proyek yang menelan anggaran dari pajak rakyat itu disinyalir ada beberapa hal yang janggal dan patut dicurigai terkait spesifikasinya.
Berdasarkan hasil pantauan awak media di lapangan, tampak agregad untuk LPA yang berupa matrial base course di sejumlah titik terlihat sangat tipis. Bahkan setelah dilakukan pengukuran di beberapa titik, ketebalan lapisan base course-nya rata-rata hanya sekitar 3 hingga 4 centimeter saja.
Lamin, salah seorang aktifis Lembaga Formasta Bojonegoro mengungkapkan kekecewaannya terhadap mutu pekerjaan tersebut.
“Kalau dilihat sekilas saja sudah kelihatan tipis, apalagi kalau diukur. Uang rakyat sebesar itu harusnya dikerjakan dengan sungguh-sungguh, bukan malah kayak gitu,” ujarnya.
Awak media telah berusaha mendatangi lokasi proyek guna mengonfirmasi kepada pihak tim pelaksana kegiatan maupun konsultan pengawas proyek, namun mereka tidak berada di lokasi, pada Rabu (3/12/2025).
Terpisah, awak media juga telah mengonfirmasi hal tersebut kepada akun whatsapp-nya salah seorang dari pihak desa, dirinya menyampaikan bahwa agar cek lapangan, padahal tim awak media telah berkali kali cek ke lokasi proyek tersebut.
“Tak kirim no ketua. Opo mudun cek lapangan (atau turun cek lapangan),” jawabnya melalui akun whatsapp, pada Sabtu (6/12/2025).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak tim pelaksana kegiatan maupun konsultan pengawas proyek terkait temuan ketebalan lapisan base course yang diduga janggal dan mencurigakan.
(Tim)












