Bojonegoro – Rekonstruksi jalan rigid beton program BKK di Desa Kliteh, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, ada yang patut disorot dan dipertanyakan.
Pasalnya dari data yang berhasil dihimpun awak media di lokasi pekerjaan, dalam pelaksanaan proyek rekonstruksi jalan beton itu ada hal yang membuat rasa penasaran publik pada bagian pembesian. Terlihat besi dowel pada 1 (satu) lembar wiremesh hanya ada 3 (tiga) batang saja, dan pada 1 (segmen) ada 2 (dua) lembar wiremesh yang dipasang secara berjajar, sehingga untuk 1 (satu) segmen hanya ada 6 (enam) batang besi dowel lantaran jarak atau spasi antar besi dowel nya terlalu lebar.
Tak hanya itu, terpantau di lokasi proyek keberadaan jumlah besi kuda kuda penyangga wiremesh hanya berjumlah 8 (delapan) biji dibawah 1 (satu) lembar wiremesh, sehingga dalam 1 (satu) segmen hanya terdapat 16 biji besi kuda kuda.
Disamping itu, tampak juga di lokasi tersebut bahwa keberadaan besi dowel yang terpasang hanya diikat saja dengan besi wiremesh.
“Saya sempat berhenti di lokasi proyek tersebut, dan saya lihat besi dowel nya hanya 3 batang untuk 1 lembar wiremesh, jadi dalam 1 segmen hanya terdapat 6 batang besi dowel,” tutur salah seorang warga yang sempat melintasi lokasi tersebut.
“Begitu juga dengan besi kuda kuda untuk menyangga wiremeshnya, dibawah 1 lembar wiremesh hanya tampak ada 8 biji besi kuda kuda, sehingga dalam 1 segmen jumlah besi kuda kudanya hanya 16 biji,” tambahnya.
Bagitupun salah seorang aktifis lokal di Bojonegoro juga turut buka suara terkait hal tersebut, dirinya menyampaikan, “Proyek pemerintah harus dikerjakan sesuai dengan RAB nya, agar mendapatkan hasil yang kuat dan maksimal, tapi kalau melihat jumlah besi dowel dan besi kuda kudanya hanya segitu, maka publik patut menyoroti dan mempertanyakan terkait pekerjaan itu apakah RAB nya memang seperti itu atau bagaimana?,” ucapnya, Jumat (6/2/2026).
Awak media juga sempat bertanya kepada salah seorang pekerja di lokasi proyek terkait jumlah besi kuda kuda yang hanya berjumlah 8 biji saja untuk 1 lembar wiremesh, dan dia menyampaikan bahwa sebenarnya untuk 1 lembar wiremesh itu jumlah besi kuda kudanya ada 12 biji, namun karena wiremesh nya akan dilalui oleh truk mixer maka besi kuda kuda yang bagian tengah belum dipasang.
Ketika itu, di lokasi proyek, awak media telah berusaha hendak mengonfirmasi hal tersebut kepada tim pelaksana kegiatan maupun konsultan pengawas, akan tetapi mereka tidak ada di lokasi pekerjaan. Kemudian melalui akun whatsapp milik kepala desa setempat, awak media juga telah mengonfirmasi hal tersebut, namun hingga berita ini diterbitkan masih belum ada jawaban juga.
(Tim)












