Bojonegoro -Program Medhayoh: Tilik Dulur, Nyambung Roso, Monggo Nandhur kali ini digelar di Desa Ngujung. Kecamatan Temayang. Kegiatan ini, berlangsung pada hari Rabu (11/6)
Kegiatan medhayoh Bupati Bojonegoro kali ini diawali dengan aksi tanam cabai bersama petani setempat di lahan Sawah, barat Balai Desa Ngujung.
Dalam kesempatan ini, Bupati Setyo Wahono hadir juga didampingi punggawanya diantaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kbupaten Bojonegoro, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten dalam mendengarkan dan menanggapi langsung aspirasi masyarakat.
Masih sama seperti pada pelaksanaan Medhayoh di desa-desa lainnya , kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat, tempat menyampaikan aspirasi, harapan, serta usulan pembangunan.
Medhayoh merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pemerintah secara langsung di tengah masyarakat. Bukan hanya sebagai simbol kehadiran, tetapi sebagai ruang untuk mendengar, memahami, dan merespons kebutuhan warga secara nyata.
Salah satu topik utama yang mengemuka adalah rencana penataan wilayah Bojonegoro bagian selatan, termasuk pengembangan potensi besar yang dimiliki Kecamatan Temayang.
Camat Temayang, Basuki, menegaskan pentingnya mengoptimalkan potensi alam wilayahnya. “Temayang memiliki banyak potensi yang patut untuk dikembangkan. Kami punya Waduk Pacal, Waduk Gongseng, dan potensi alam kawasan hutan lainnya yang luar biasa,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Mas Wahono menyatakan komitmennya untuk memaksimalkan pengelolaan dan pengembangan potensi wilayah selatan sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan di seluruh Bojonegoro. “Dengan pembangunan wilayah selatan ini akan melahirkan pemerataan pertumbuhan ekonomi. Sehingga tidak hanya terpusat di kota,” tegas Wahono Bupati Bojonegoro.
Selain sektor pertanian, peternakan, dan wisata, Bupati Bojonegoro juga menekankan pentingnya peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengumumkan bahwa RSUD Temayang akan segera beroperasi tahun ini, sebagai langkah konkret untuk mendekatkan layanan dasar kepada warga masyarakat di wilayah selatan.
Kunjungan medhayoh menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara rakyat dan pemerintah. Dari sinilah kebijakan lahir dengan landasan aspirasi, bukan asumsi. Inilah wujud pemerintahan yang hadir, tanggap, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat pada umumnya. (tr)












