Ragam  

Limbah Tanah Proyek Rigid Beton Diduga Diperjualbelikan, Warga: Rp 300 Ribu per Dam Truk

Bojonegoro – Proyek pembangunan jalan rigid beton yang menghubungkan wilayah Watu Jago, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo menuju wilayah Dusun Bangeran, Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, saat ini masih berjalan. Seiring pengerjaan, muncul limbah tanah hasil pengerukan yang kemudian diduga dimanfaatkan dan diperjualbelikan oleh pihak tertentu.

Dikabarkan bahwa lokasi asal keberadaan limbah tanah bekas pengerukan itu dari ruas jalan yang turut wilayah Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, dan pembelinya juga warga di wilayah Desa Napis.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tanah bekas galian atau urugan dari proyek tersebut diduga dibeli warga dengan harga sekitar Rp300.000 per dam truk.

Salah seorang aktifis lokal di Bojonegoro bagian barat menyampaikan bahwa dirinya mendapati sejumlah warga di Desa Napis tampak mendatangkan limbah tersebut di halaman rumah mereka.

“Saya konfirmasi kepada sejumlah warga yang telah membeli limbah tanah huruk tersebut, dan orangnya mengakui membeli limbah tanah huruk itu dengan harga sekitar 300 ribu rupiah untuk 1 dam truk,” ungkapnya.

Padahal dalam aturan K3 dan kontrak proyek pemerintah, pengelolaan limbah konstruksi seharusnya sesuai dengan Rencana Keselamatan Konstruksi dan tidak menimbulkan dampak lingkungan maupun sengketa pemanfaatan.

Awak media juga telah mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak Dinas PU Bina Marga terkait apakah penjualan limbah tanah ini sudah sesuai prosedur dan apakah hasilnya masuk ke kas negara atau menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana, dan pihak dinas menyampaikan bahwa tidak boleh ada jual beli limbah bekas tanah pengerukan, Kamis (20/8/2026).

“Wa’alaikum salam, tidak boleh ada jual beli limbah bekas tanah pengerukan,” jawab pihak Dinas PUBMPR.

Warga berharap, proyek rigid beton ini segera selesai dan dapat meningkatkan akses jalan, sekaligus pengelolaan limbahnya dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Bojonegoro Serahkan Sapi Kurban Jenis PO dari Peternak Lokal Dolokgede-Tambakrejo