PONOROGO – Grup Reyog Krida Satria Tama yang mewakili Komisariat PSHT Pusat Madiun sukses memukau ribuan pasang mata dalam penampilannya di ajang bergengsi Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI, Kamis (11/6/2026) malam. Tampil dengan Nomor Urut 05 di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo, kontingen ini menyuguhkan atraksi yang bertenaga sekaligus sarat akan pesan persaudaraan.
Acara tahunan yang menjadi bagian dari perhelatan akbar Grebeg Suro 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi para seniman Krida Satria Tama. Dengan kombinasi gerakan Jathil yang anggun, kelincahan Bujang Ganong, hingga kegagahan para Pembarong yang mengangkat Dadak Merak raksasa, penampilan mereka berhasil menghidupkan atmosfer sakral sekaligus modern di hadapan para juri dan penonton.
Ketua kontingen Krida Satria Tama menyatakan bahwa partisipasi tahun ini bukan sekadar mengejar status juara, melainkan misi budaya yang lebih besar. “Kehadiran kami di panggung FNRP XXXI ini adalah komitmen nyata untuk melestarikan kebudayaan leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah perayaan Grebeg Suro Ponorogo,” ujarnya.
Sebagai salah satu kontingen yang berbasis massa besar di Karesidenan Madiun, kehadiran Reyog Krida Satria Tama memang telah dinanti-nantikan oleh para penonton sejak sore hari. Riuh tepuk tangan penonton terus menggema sepanjang durasi pementasan, membuktikan daya tarik luar biasa dari koreografi yang dibawakan.
FNRP XXXI tahun 2026 sendiri berlangsung mulai tanggal 11 hingga 14 Juni 2026 dan diikuti oleh puluhan grup terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Puncak dari rangkaian festival ini akan ditandai dengan Closing Ceremony dan pengumuman pemenang pada tanggal 15 Juni 2026. Melalui penampilan malam ini, Krida Satria Tama optimistis dapat membawa pulang hasil terbaik bagi keluarga besar Komisariat PSHT Pusat Madiun. (Wartawan: Andy Krisbianto )












