BOJONEGORO – MEMOKITA.COM // Mobilitas masyarakat, khususnya para petani di Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, kini jauh lebih lancar. Pembangunan jalan dengan konstruksi rigid beton yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025 mulai dirasakan manfaat besarnya oleh warga yang melintas, Jumat (24/04/2026).
Proyek infrastruktur strategis ini menelan anggaran sebesar Rp1.112.075.331. Dengan fisik jalan yang kokoh dan rata, jalur ini kini menjadi urat nadi baru bagi distribusi hasil pertanian di wilayah tersebut.
Pantauan di lapangan pada Jumat pagi menunjukkan aktivitas petani yang membawa alat pertanian (alsintan) melintasi jalan tersebut dengan nyaman. Kondisi ini jauh berbeda dibandingkan sebelumnya, di mana jalur tersebut kerap menjadi kendala saat musim penghujan karena licin dan berlumpur.
“Alhamdulillah, jalannya sudah beton semua. Sangat membantu kami yang setiap hari ke sawah. Dulu kalau lewat sini bawa hasil panen harus ekstra hati-hati, sekarang sudah lancar dan cepat,” ujar salah seorang petani saat melintasi proyek tersebut.
Pembangunan jalan rigid beton ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan melalui skema BKKD 2025.
Dana sebesar Rp1,1 miliar lebih tersebut dialokasikan untuk memastikan jalan memiliki ketahanan jangka panjang, mengingat beban kendaraan pengangkut hasil bumi yang cukup berat di area persawahan desa Sekaran.
Dengan akses yang semakin memadai, diharapkan biaya operasional transportasi angkut hasil panen dapat ditekan. Kelancaran jalur transportasi ini juga diprediksi akan meningkatkan nilai jual komoditas pertanian di Desa Sekaran dan sekitarnya, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat kecamatan Balen.
Keberhasilan proyek ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi pembangunan infrastruktur desa mampu memberikan dampak instan bagi penguatan ekonomi sektor bawah, terutama bagi para pahlawan pangan di Kabupaten Bojonegoro. (Guh/Red)












