MALANG, Memokita.com -18 Desember 2025 – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) terus memperkuat komitmen dalam penyediaan energi bersih di Indonesia. General Manager PLN UIP JBTB, Moh. Fathol Arifin, melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke lokasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates berkapasitas 100 MWac di Waduk Sutami, Karangkates, Kabupaten Malang.
Kunjungan ini merupakan langkah krusial dalam mematangkan koordinasi lapangan bersama pengembang, PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia, guna memastikan percepatan pembangunan salah satu proyek energi baru terbarukan (EBT) terbesar di Jawa Timur ini.
Dalam tinjauannya, Moh. Fathol Arifin menekankan bahwa proyek ini merupakan bagian dari transformasi PLN untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060. Penggunaan teknologi Floating PV di Waduk Sutami dinilai sebagai solusi cerdas dalam mengoptimalkan lahan tanpa mengganggu ekosistem daratan.
“Pembangunan PLTS Terapung Karangkates 100 MWac ini adalah langkah strategis PLN UIP JBTB dalam menghadirkan energi hijau yang berkelanjutan. Kami bersama PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan, mulai dari persiapan lahan hingga aspek teknis di lapangan, berjalan dengan standar keandalan yang tinggi,” ujar Moh. Fathol Arifin.
Proyek pembangunan ini tidak hanya fokus pada penyediaan daya listrik, tetapi juga pada penguatan sinergi antara PLN dan pengembang internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa alih teknologi (transfer of knowledge) yang bermanfaat bagi kemajuan industri ketenagalistrikan nasional.
Selain itu, Moh. Fathol Arifin juga menyampaikan bahwa proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal di Kabupaten Malang, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun pemberdayaan masyarakat di sekitar area Bendungan Sutami selama masa pembangunan.
Dengan kapasitas 100 MWac, PLTS Terapung Karangkates akan memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Jawa Timur, sekaligus menjadi salah satu ikon modernisasi infrastruktur ketenagalistrikan yang ramah lingkungan.
“Kami memohon dukungan dari seluruh stakeholder dan masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar, sehingga manfaat energi bersih ini dapat segera dirasakan secara luas,” pungkas Fathol Arifin. (@dex)
Berita Terkait
Keluhkan Jalan Berdebu di Panimbangjaya,Warga,Apakah Harus Menunggu Kecelakaan Dulu Pandeglang-Banten-Mmc] Sejumlah warga masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Raya Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang yang dipenuhi debu disepanjang jalan Kp.Babakan Kiara- pasar Panimbang.Selain mengancam kesehatan pernapasan, pekatnya debu tersebut juga mulai mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas di jalur jalan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam dari warga setempat.Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya terkait lambatnya penanganan polusi debu di jalur itu. “Apakah harus menunggu ada yang kecelakaan dulu baru bertindak.Apakah tidak ada penyiraman jalan yang maksimal? Padahal yang lebih diutamakan itu menjaga kesehatan masyarakat dan yang dihawatirkan takut ada yang kecelakaan,tolong di perhatikan ya pak terkait jalan yang ngebul banyak debu ini.”Keluh dan Pintanya warga dengan nada kecewa. Di tempat terpisah,awak media berhasil menemui petugas yang bertanggung jawab atas penyiraman jalan di area tersebut.Pihak penyedia air jika mengatakan.Proses penyiraman tetap berjalan ketika loading. “Untuk saat ini, kapasitasnya sekitar 2 mobil per hari, di mana satu mobil bisa digunakan untuk 4 kali putaran,kalaw perusahaan selagi tidak ada job,penyiraman tidak dilakukan.jelas petugas penyiram. Ia menambahkan bahwa jangkauan jalan yang disiram terbentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer. “Kami mah selaku penyedia jual air dan bagian menyiram jalan saja.Biasanya kami melakukan penyiraman sekitar jam 2 siang dan jam 5 sore. Mengapa hanya 2 mobil untuk satu hari? Karena instruksi dari Kepala Plan memang segitu,Kalaw waktu dulu memang rutin dan teratur penyiramannya,tetapi untuk saat ini paling banyak cuma 2 mobil ” bebernya. Guna mendapatkan perimbangan berita awak media mencoba mendatangi lokasi PT.Varia Usaha Beton(VUB) untuk menemui pihak manajemen atau Kepala Plan. Namun sangat disayangkan,saat mencoba berkoordinasi dengan salah satu pihak terkait di lokasi agar bisa tersambung dengan pimpinan,Kepala Plan belum bisa memberikan keterangan secara resmi mengenai polemik debu jalanan ini. “Kepala Plan keadaannya lagi sibuk,Pak. Lain waktu saja kesini lagi,untuk hari ini tidak bisa.” tutur salah satu perwakilan di lokasi menirukan pesan pimpinannya. Hingga berita ini diterbitkan warga berharap pihak perusahaan terkait bisa lebih meningkatkan intensitas penyiraman jalan yang maksimal demi menjaga keselamatan berkendara serta kesehatan lingkungan masyarakat Panimbangjaya,sekaligus pelintas jalan. Juhadi Geembhol.