Jakarta, Memokita.com – 17 Juli 2026– Menyambut Hari Anak Nasional dan tahun ajaran baru, PT PLN (Persero) kembali menghadirkan program diskon tambah daya listrik 50% bertajuk “Semangat Baru Makin Berdaya”. Promo yang berlangsung mulai tanggal 14 Juli hingga 27 Juli 2026 ini dihadirkan guna mendukung kebutuhan listrik masyarakat sekaligus mendorong semangat belajar anak seiring dimulainya tahun ajaran baru sekolah.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy mengatakan, program ini ditujukan bagi pelanggan tegangan rendah satu fasa seluruh golongan tarif dengan daya awal mulai dari 450 volt ampere (VA) hingga 5.500 VA yang ingin melakukan penambahan daya maksimal hingga 7.700 VA. Lewat program ini, PLN memberikan kesempatan bagi pelanggan yang ingin mengoptimalkan penggunaan energi listrik melalui penambahan daya dengan biaya yang terjangkau.
“Melalui program ‘Semangat Baru Makin Berdaya’, PLN ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh layanan tambah daya dengan biaya lebih ringan, guna menunjang kegiatan belajar anak dan berbagai aktivitas produktif di rumah,” ujar Rozy.
Sebagai gambaran, pelanggan dengan daya awal 1.300 VA yang ingin menambah daya menjadi 7.700 VA cukup membayar Rp3.100.800. Nilai tersebut lebih hemat 50% dibandingkan biaya tambah daya normal sebesar Rp6.201.600.
Rozy menjelaskan, untuk menikmati promo ini, pelanggan cukup melakukan minimal satu kali transaksi pembelian token bagi pelanggan prabayar atau pembayaran tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar melalui aplikasi PLN Mobile selama periode promo berlangsung. Setelah transaksi berhasil, _e-voucher_ diskon tambah daya akan diterima melalui fitur “Reward” di PLN Mobile atau dikirim ke alamat email yang terdaftar.
Kode _e-voucher_ tersebut selanjutnya dapat digunakan saat mengajukan permohonan tambah daya melalui aplikasi PLN Mobile. Setelah pembayaran terverifikasi, unit PLN setempat akan segera memproses permohonan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Seluruh proses pengajuan diskon tambah daya ini dilakukan secara digital melalui PLN Mobile, sehingga lebih praktis, cepat, dan mudah diakses masyarakat di mana saja,” ucap Rozy.
Rozy menambahkan, pada program diskon tambah daya kali ini, setiap akun PLN Mobile maksimal memperoleh empat _e-voucher_ selama periode promo dimana satu ID Pelanggan dapat mengikuti promo sebanyak satu kali. Program “Semangat Baru Makin Berdaya”, lanjut Rozy, berlaku bagi pelanggan yang telah terdaftar sebelum 1 Juli 2026 dan telah melunasi seluruh tagihan listrik maupun kewajiban lainnya. Dirinya pun mengajak seluruh pelanggan untuk dapat mengoptimalkan program diskon tambah daya listrik 50% yang singkat ini.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk memanfaatkan promo ini sebaik-baiknya. Sehingga masyarakat dapat menikmati pengalaman penggunaan listrik yang lebih nyaman dengan daya listrik yang cukup guna mendukung kegiatan belajar dan berbagai aktivitas keluarga di rumah,” pungkas Rozy.
(@dex)
Berita Terkait
Ratusan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Bojonegoro mengikuti pembinaan untuk meningkatkan daya saing produk hingga menembus pasar nasional dan internasional. Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro tersebut digelar di Hotel Eastern, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) Sri Wahyuni, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, pengurus Dekranasda, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menjelaskan, Dekranasda telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan IKM selama lima tahun. Pada 2025, fokus pada pembangunan fondasi melalui identifikasi produk kerajinan unggulan, pembentukan ikon produk, penguatan branding, hingga pengembangan sentra industri. Memasuki 2026, fokus pada kualitas produk dan SDM. Cantika menuturkan, target ekspor produk unggulan Bojonegoro diproyeksikan pada 2028. Meski demikian, berbagai tahapan persiapan telah dimulai sejak tahun ini, mulai dari peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, digital marketing, hingga perluasan akses pasar melalui berbagai pameran tingkat regional, nasional, maupun internasional. “Persaingan saat ini bukan lagi antardaerah, tetapi sudah bersaing dengan produk dari berbagai negara. Karena itu kualitas, detail produk, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar harus terus ditingkatkan agar produk Bojonegoro siap bersaing di pasar global,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan, Dekranasda telah melaksanakan berbagai program pendampingan bagi IKM, seperti pelatihan pemasaran digital melalui siaran langsung TikTok, keikutsertaan pada pameran Inacraft, peningkatan desain dan branding produk, hingga membuka akses pasar nasional dan internasional. Pada kesempatan tersebut, Dekranasda juga menjalin kolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Menurut Cantika, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat merupakan implementasi konsep hexahelix yang diharapkan mampu mempercepat pengembangan IKM di Kabupaten Bojonegoro. “Melalui kolaborasi ini kami berharap para dosen, peneliti, dan mahasiswa dapat menjadi mitra strategis bagi IKM, sehingga berbagai kendala usaha dapat dicarikan solusi melalui kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya. Cantika juga berpesan kepada seluruh pelaku IKM agar terus belajar, berinovasi, memanfaatkan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta memperluas jejaring dan kolaborasi. Menurutnya, keempat hal tersebut menjadi kunci agar IKM mampu berkembang dan naik kelas. Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UMM Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Universitas Muhammadiyah Malang dengan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas IKM secara berkelanjutan. “Ketika usaha sudah naik kelas dan siap ekspor, maka pelaku IKM juga harus siap dengan tata kelola dan standar yang mengikuti kebutuhan pasar global. Karena itu pendampingan akan terus kami lakukan secara bertahap,” ujarnya. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembinaan yang dipandu tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Para peserta memperoleh materi mengenai penguatan kapasitas IKM, pengelolaan usaha, peningkatan daya saing produk, hingga strategi menembus pasar ekspor.