viral  

Alsintan Bantuan Diduga Kades Mori,Tidak Diserahkan Kepoktan Definitif.hasil sewa masuk kekantong

Bojonegoro –  Diduga tindakan kepala desa Mori Kecamatan Trucuk yang memonopoli bantuan traktor dan tidak menyerahkannya kepada kelompok tani (Poktan) yang berhak, adalah perbuatan melawan hukum.

Bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dari pemerintah bukan milik pribadi, bukan milik kepala desa dan bukan milik ketua kelompok secara individu, melainkan aset negara yang dititipkan untuk kelompok tani.Hal ini disampaikan oleh sumber didesa mori yang namanya tidak mau disebut.

Pihaknya menyampaikan bahwa bantuan alsintan itu sudah lama dirumah kepala desa sewaktu kepala desa masih menjadi Kasun dan juga sebagai Ketua kelompok tani.

“Harusnya nya pak Kades menyerahkan semua aset aset bantuan alat pertanian,kekelompok tani yang baru, sehingga kelompok yang baru bisa mengelolanya,apa bila ada sewa alat pertanian, Kelompok tani yang baru biar ada inkam masuk yang intinya untuk kas kelompok”,jelas sumber.

Kades mori Wahyudi saat ditemui wartawan dikantornya Selasa (12/mei 2026) juga membenarkan hal ini, bahwa alsintan itu ada dirumahnya juga ada yang menjalankan, tentang hasil yang disewa dari petani,kades menerima satu tahun dua kali dari fe yang menjalankan,ditanya nominal hasil sewa kades mengakui kadang Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu setiap naik panen, menurut pengakuannya 1 Tahun dua kali panen.

“Ya saya menerima,Rp 600 ribu kadang Rp 700ribu per panen,dan kalau ada kerusakan mesin saya yang membiayai “Kata Kades

Namun ini lain yang diakui Budi yang menjalankan traktor bantuan tersebut,bahwa pihaknya mengaku dan merasa berat setiap naik panen dirinya harus setor hasil sewa alsintan ke kades sebesar Rp 700 ribu padahal satu tahun tiga kali panen, tinggal mengalikan saja,dan dia memegang traktor bantuan sudah 7 tahun tinggal mengalikan lagi.dan kalau ada kerusakan juga beaya yg menjalankan.

Baca Juga :  Pelaku Isu Babi Ngepet Di Kelurahan Bedahan Depok , Diamankan Polisi

“Setiap traktor naik (setelah dipakai) saya menyetorkan uang ke kades Rp 700 ribu panen tiga kali selama 1 tahun tinggal mengalikan, padahal traktor saya pegang 7 tahun berapa jumlah fe yang diterima..”. Kata Budi

Hingga berita turun pihak pertanian belum memberikan keterangan lewat WA.(Red)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *