Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten ( pemkab) Bojonegoro mulai hari ini (11) hingga 25 Mei mendatang melakukan ground check ( verifikasi lapangan) ulang data tunggal sosial ekonomi nasional ( DTSEN ) Ground check digelar menyusul ditemukannya anomali dalam hasil verifikasi dan validasi ( verval)DTSEN yang berlangsung pada Januari hingga April lalu.
Dalam pelaksanaan ground check pemkab mengintruksikan Aparatur Sipil Negara ASN) . Mulai dari kepala organisasi perangkat daerah ( OPD) camat, kepala desa hingga penyuluh pertanian dan peternakan.
Camat Padangan Novita Sari mengatakan verval ulang atau ground check DTSEN bakal dilakukan, terlebih banyak ditemukan data anomali dari hasil verval pada Januari hingga April lalu.
Novita menjelaskan, anomali data yang ditemukan berupa pendapatan yang lebih kecil dari pada pengeluaran. Data anomali semisal dalam satu KK , penghasilan per bulan Rp 100 ribu, sementara logika pengeluaran untuk kosomsi lebih dari itu.
” Sehingga butuh pembuktian lagi dilapangan”, Ungkapnya.
Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan, saat ini tahap evaluasi ini akan melibatkan ASN untuk turun melaksanakan ground check perbaikan lapangan
” Terhadap beberapa anomali data”, jelasnya
Ground check digelar berdasarkan hasil rapat koordinasi evaluasi data anomali hasil verval DTSEN Bojonegoro 5 mei lalu yang dipimpin oleh wakil Bupati Bojonegoro, serta rapat evaluasi kinerja pada 6 mei yang dipimpin oleh sekretaris Daerah Bojonegoro, tentu dengan pertimbangan banyaknya data anomali yang terjadi pada saat verifikasi dan validasi DTSEN pada Januari SD April.
Semua kepala OPD dan Camat diintruksikan untuk melaksanakan ground check terhadap anomali data tersebut mulai hari ini sampai dengan 25 Mei diwilayah kerja.( tries)












