Blitar – MMCNews.Id – Seiring menyambut HUT Bhayangkara ke 75, Polres Blitar memberikan vaksin gratis pada masyarakat yang sedang melakukan mencari pelayanan SIM serta para wajib pajak di kantor Samsat Polres Blitar.Senin (22/06/2021
Kegiatan tersebut dilakukan Guna antisipasi penyebaran virus yang mematikan itu, untuk itulah Satuan Lalu lintas Polres Blitar mengambil langkah dengan cara memberikan vaksin gratis bagi setiap masyarakat yang mencari SIM termasuk masyarakat yang melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor/mobil di kantor Samsat Blitar, . Pelaksanaan vaksin gratis di gelar di kantor Klinik Kesehatan Polres Blitar di Kecamatan Wlingi.
Kasat Lantas AKP I Putu Angga Feryana S.H S.IK MH atas ijin Kapolres Blitar AKBP.Leonard M Sinambela SH S.IK MH, menyebut mendukung pemerintah dalam percepatan vaksinasi nasional, sehingga penyebaran virus corona bisa di tekan.
“Kita menindaklanjuti program pemerintah dalam Vaksinasi Nasional, sekaligus menyambut Hari Bhayangkara ke 75, sesuai perintah Bapak Kapolres pagi ini (22/06/2021) kita memberikan Vaksin Gratis kepada masyarakat yang melakukan pembayaran pajak di Kantor Samsat, juga bagi warga yang memerlukan pelayanan SIM, peserta vaksinasi kita lakukan antar jemput untuk di vaksin ke Klinik Kesehatan Bhayangkara di Kec Wlingi,” terang AKP I Putu Angga Feryana.
Warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan di Polres Blitar sebelum memasuki kawasan Polres Blitar terlebih dahulu dilakukan tes suhu tubuhnya di pos penjagaan Polres Blitar.
Tampak kegiatan para petugas dari Urkes Dok Polres Blitar melakukan vaksin pada masyarakat, sementara mobil penjemput masyarakat harus pulang balik antara Polres Blitar menuju Klinik Kesehatan Bhayangkara yang berjarak kurang lebih 4 Km, sementara warga masyarakat sangat antusias untuk melakukan vaksinasi yang digelar Polres Blitar, dengan sabar antri untuk mendapatkan giliran di Vaksin.
sehabis divaksin warga masyarakat mendapatkan Sertifikat Keterangan,” ujar AKP I Putu lagi.
Agus Susanto (57) warga Kel Beru Kec Wlingi, salah satu peserta vaksin mengaku senang atas vaksin gratis. “Dengan adanya Vaksin dia berharap semoga Corona ini segera menghilang dari Indonesia, sehingga kebutuhan ekonomi lancar, anak anak bisa duduk di bangku sekolah lagi,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Eni Susiat (48) warga Dusun Dadapan Kec Garum, setelah menerima pembaruan SIM nya langsung diantar petugas bersama 12 orang menuju ke Klinik Kesehatan
Seluruh peserta vaksin sekitar 32 orang dinyatakan negatif, selain menerima Kartu keterangan Vaksin, peserta mendapat bingkisan dari Polres Blitar.
“Saya sampaikan terima kasih kepada Pak Kapolres Blitar yang peduli pada masyarakat dengan vaksin gratis, juga kami ucapkan Hari Bhayangkara ke 75, semoga Polres Blitar terus sukses,” ungkap Agus Susanto yang sehari hari sebagai pedagang, mewakili para peserta vaksin gratis.
Sumber : Humas Res Blitar
Laporan : Ratri/Diana
Editor : Didik Sap
Berita Terkait
Ratusan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Bojonegoro mengikuti pembinaan untuk meningkatkan daya saing produk hingga menembus pasar nasional dan internasional. Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro tersebut digelar di Hotel Eastern, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) Sri Wahyuni, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, pengurus Dekranasda, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menjelaskan, Dekranasda telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan IKM selama lima tahun. Pada 2025, fokus pada pembangunan fondasi melalui identifikasi produk kerajinan unggulan, pembentukan ikon produk, penguatan branding, hingga pengembangan sentra industri. Memasuki 2026, fokus pada kualitas produk dan SDM. Cantika menuturkan, target ekspor produk unggulan Bojonegoro diproyeksikan pada 2028. Meski demikian, berbagai tahapan persiapan telah dimulai sejak tahun ini, mulai dari peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, digital marketing, hingga perluasan akses pasar melalui berbagai pameran tingkat regional, nasional, maupun internasional. “Persaingan saat ini bukan lagi antardaerah, tetapi sudah bersaing dengan produk dari berbagai negara. Karena itu kualitas, detail produk, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar harus terus ditingkatkan agar produk Bojonegoro siap bersaing di pasar global,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan, Dekranasda telah melaksanakan berbagai program pendampingan bagi IKM, seperti pelatihan pemasaran digital melalui siaran langsung TikTok, keikutsertaan pada pameran Inacraft, peningkatan desain dan branding produk, hingga membuka akses pasar nasional dan internasional. Pada kesempatan tersebut, Dekranasda juga menjalin kolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Menurut Cantika, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat merupakan implementasi konsep hexahelix yang diharapkan mampu mempercepat pengembangan IKM di Kabupaten Bojonegoro. “Melalui kolaborasi ini kami berharap para dosen, peneliti, dan mahasiswa dapat menjadi mitra strategis bagi IKM, sehingga berbagai kendala usaha dapat dicarikan solusi melalui kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya. Cantika juga berpesan kepada seluruh pelaku IKM agar terus belajar, berinovasi, memanfaatkan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta memperluas jejaring dan kolaborasi. Menurutnya, keempat hal tersebut menjadi kunci agar IKM mampu berkembang dan naik kelas. Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UMM Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Universitas Muhammadiyah Malang dengan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas IKM secara berkelanjutan. “Ketika usaha sudah naik kelas dan siap ekspor, maka pelaku IKM juga harus siap dengan tata kelola dan standar yang mengikuti kebutuhan pasar global. Karena itu pendampingan akan terus kami lakukan secara bertahap,” ujarnya. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembinaan yang dipandu tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Para peserta memperoleh materi mengenai penguatan kapasitas IKM, pengelolaan usaha, peningkatan daya saing produk, hingga strategi menembus pasar ekspor.