Bondowoso Jatim – MMCNews.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Lanas Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso melaksanakan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap III tahun 2021 kepada 250 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masing-masing sebesar Rp 300.000, bertempat di balai Desa Lanas, Rabu (19/05/2021).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Kecamatan Botolinggo, Babinsa, Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP), Pendamping Desa Tehnik Infrastruktur (PDTI), Kades Lanas, Sekdes Lanas beserta jajaran perangkat desa, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, warga yang hadir diwajibkan memakai masker mencuci tangan dan menjaga jarak.
Disela kegiatan Kepala Desa Lanas saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa , sasaran BLT Dana Desa adalah warga yang terdampak COVID-19 dan yang penting lagi belum mendapat bantuan apapun seperti PKH, BPNT, BST, Bantuan Kementerian Sosial dan segala bentuk bantuan lainnya.
” Pemdes Lanas menyalurkan BLT DD tahap III tahun 2021 diberikan kepada 250 KPM, masing-masing menerima Rp.300.000 yang telah memenuhi kriteria, penerima BLT-Dana Desa yang sebelumnya telah disepakati dalam forum Musyawarah Desa (Musdes) di bulan Januari 2021,” jelas Suniwar.
Kasi Kesos berpesan kepada penerima Bantuan BLT DD tahap III tahun 2021 agar digunakan sebaik-baiknya, gunakan untuk membeli kebutuhan pokok serta kebutuhan sehari hari lainnya, selanjutnya untuk penyaluran BLT DD tahap IV diupayakan segera cair.
” Kami akan terus berupaya membantu Pemdes Lanas, koordinasi dengan pihak -pihak terkait termasuk Tim DPMD Kab. Bondowoso, agar BLT DD tahap IV Tahun 2021 segera dicairkan, “tambah Mahfud S.Pdi.
Sedangkan, Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) Kecamatan Botolinggo mengapresiasi kinerja Pemdes Lanas bahwa, saat ini telah melaksanakan amanah dari pemerintah pusat, menyalurkan BLT DD Tahap Ketiga kepada 250 KPM dampak covid-19, masing-masing menerima Rp.300.000,”terang Baihaqi.
Sementara itu, Babinsa Lanas dalam kesempatan tersebut tidak bosan-bosan menghimbau kepada masyarakat Lanas untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 5 M yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.
“Kami menghimbau kepada masyarakat, selalu patuhi prokes, dengan demikian semoga kita semua selalu sehat wal Afiat dan Covid-19 segera berakhir, Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit,”jelas Sertu Gatot.(Ratri/Suwaris)
Editor : Didik Sap
Berita Terkait
Keluhkan Jalan Berdebu di Panimbangjaya,Warga,Apakah Harus Menunggu Kecelakaan Dulu Pandeglang-Banten-Mmc] Sejumlah warga masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Raya Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang yang dipenuhi debu disepanjang jalan Kp.Babakan Kiara- pasar Panimbang.Selain mengancam kesehatan pernapasan, pekatnya debu tersebut juga mulai mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas di jalur jalan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam dari warga setempat.Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya terkait lambatnya penanganan polusi debu di jalur itu. “Apakah harus menunggu ada yang kecelakaan dulu baru bertindak.Apakah tidak ada penyiraman jalan yang maksimal? Padahal yang lebih diutamakan itu menjaga kesehatan masyarakat dan yang dihawatirkan takut ada yang kecelakaan,tolong di perhatikan ya pak terkait jalan yang ngebul banyak debu ini.”Keluh dan Pintanya warga dengan nada kecewa. Di tempat terpisah,awak media berhasil menemui petugas yang bertanggung jawab atas penyiraman jalan di area tersebut.Pihak penyedia air jika mengatakan.Proses penyiraman tetap berjalan ketika loading. “Untuk saat ini, kapasitasnya sekitar 2 mobil per hari, di mana satu mobil bisa digunakan untuk 4 kali putaran,kalaw perusahaan selagi tidak ada job,penyiraman tidak dilakukan.jelas petugas penyiram. Ia menambahkan bahwa jangkauan jalan yang disiram terbentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer. “Kami mah selaku penyedia jual air dan bagian menyiram jalan saja.Biasanya kami melakukan penyiraman sekitar jam 2 siang dan jam 5 sore. Mengapa hanya 2 mobil untuk satu hari? Karena instruksi dari Kepala Plan memang segitu,Kalaw waktu dulu memang rutin dan teratur penyiramannya,tetapi untuk saat ini paling banyak cuma 2 mobil ” bebernya. Guna mendapatkan perimbangan berita awak media mencoba mendatangi lokasi PT.Varia Usaha Beton(VUB) untuk menemui pihak manajemen atau Kepala Plan. Namun sangat disayangkan,saat mencoba berkoordinasi dengan salah satu pihak terkait di lokasi agar bisa tersambung dengan pimpinan,Kepala Plan belum bisa memberikan keterangan secara resmi mengenai polemik debu jalanan ini. “Kepala Plan keadaannya lagi sibuk,Pak. Lain waktu saja kesini lagi,untuk hari ini tidak bisa.” tutur salah satu perwakilan di lokasi menirukan pesan pimpinannya. Hingga berita ini diterbitkan warga berharap pihak perusahaan terkait bisa lebih meningkatkan intensitas penyiraman jalan yang maksimal demi menjaga keselamatan berkendara serta kesehatan lingkungan masyarakat Panimbangjaya,sekaligus pelintas jalan. Juhadi Geembhol.