Bojonegoro ]MMCNews.Id ,-Suasana Ramadan begitu terasa , banyak pedagang dadakan di bulan suci ini dan banyak warga keluar di sore hari untuk mencari menu berbuka. Di antara banyaknya penjaja makanan, deretan rombong PKL di Jalan Kartini begitu tertata menghiasi tengah kota. Sengaja diatur berjarak demi kenyamanan pedagang dan konsumen.
Baik kendaraan roda dua dan empat berlalu-lalang. Deru mesin kendaraan semakin sore semakin ramai. Begitu pula konsumen yang datang membeli jajanan mereka. Semakin lama lahan parkir di seberang rombong PKL terisi penuh.
Aziz, pedagang Tahu Walik asal Kecamatan Trucuk yang sehari-hari berjualan di Jalan Kartini mengaku senang dengan hadirnya bulan suci Ramadan. Katanya, pertanda rezeki mulai datang berlimpah.
Di tangan Aziz, tahu yang dibeli di pabrik tahu di Ledok Kulon itu diolahnya kembali hingga daya jualnya tinggi.
Tangannya cekatan membalik tahu, mengisi adonan tepung bercampur ayam, lalu menggorengnya dalam minyak panas. Berulang-ulang hingga tahu walik dagangannya berlimpah di tempat penirisan minyak. Namun, berapa kalipun Aziz menggoreng, tahu walik itu segera ludes dibeli oleh warga.
“Tahunya ambil di Ledok. Sehari beli tiga kantong kresek. Satu kresek 10 ribu rupiah. Kalau di olah lagi bisa untung lebih,” tutur Aziz masih sibuk mengisi tahu dengan adonan tepung.
Satu tahu, Aziz akan memotong bagian menjadi dua. Satu porsi seharga Rp 5000 isi 8. Aziz yang terhimpun di Paguyuban Kartini ini mengaku omzet perhari jika bulan Ramadan mencapai Rp 300 ribu. Berbeda jauh ketika pandemi sedang marak-maraknya.
“Resepnya bikin sendiri. Adonan isian mirip sempol karena pakai ayam,” ucap Aziz yang berjualan bersama adik iparnya itu.
Berkah Ramadan, juga dirasakan oleh Rohimah. Pedagang es buah asal Desa Kauman ini merasakan benar perbedaan omzet ketika masa pandemi dan saat pandemi berakhir.
“Kalau sekarang omzet udah berjalan normal. Sehari bisa dapat 200 ribu rupiah,” terangnya.
Bersama kedua karyawannya yang lain, Rohimah berbagi tugas. Dua karyawannya bertugas memotong buah dan mengisi ke plastik makanan, sementara Rohimah bertugas memberi es, gula, serta melayani pelanggan.
“Kalau pas pandemi kemarin, omzetnya turun banget. Alhamdulillah, Ramadan omzetnya merangkak naik lagi,” tuturnya di balik balutan masker. (Red/cs)
Editor : Didik Sap
Berita Terkait
Keluhkan Jalan Berdebu di Panimbangjaya,Warga,Apakah Harus Menunggu Kecelakaan Dulu Pandeglang-Banten-Mmc] Sejumlah warga masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Raya Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang yang dipenuhi debu disepanjang jalan Kp.Babakan Kiara- pasar Panimbang.Selain mengancam kesehatan pernapasan, pekatnya debu tersebut juga mulai mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas di jalur jalan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam dari warga setempat.Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya terkait lambatnya penanganan polusi debu di jalur itu. “Apakah harus menunggu ada yang kecelakaan dulu baru bertindak.Apakah tidak ada penyiraman jalan yang maksimal? Padahal yang lebih diutamakan itu menjaga kesehatan masyarakat dan yang dihawatirkan takut ada yang kecelakaan,tolong di perhatikan ya pak terkait jalan yang ngebul banyak debu ini.”Keluh dan Pintanya warga dengan nada kecewa. Di tempat terpisah,awak media berhasil menemui petugas yang bertanggung jawab atas penyiraman jalan di area tersebut.Pihak penyedia air jika mengatakan.Proses penyiraman tetap berjalan ketika loading. “Untuk saat ini, kapasitasnya sekitar 2 mobil per hari, di mana satu mobil bisa digunakan untuk 4 kali putaran,kalaw perusahaan selagi tidak ada job,penyiraman tidak dilakukan.jelas petugas penyiram. Ia menambahkan bahwa jangkauan jalan yang disiram terbentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer. “Kami mah selaku penyedia jual air dan bagian menyiram jalan saja.Biasanya kami melakukan penyiraman sekitar jam 2 siang dan jam 5 sore. Mengapa hanya 2 mobil untuk satu hari? Karena instruksi dari Kepala Plan memang segitu,Kalaw waktu dulu memang rutin dan teratur penyiramannya,tetapi untuk saat ini paling banyak cuma 2 mobil ” bebernya. Guna mendapatkan perimbangan berita awak media mencoba mendatangi lokasi PT.Varia Usaha Beton(VUB) untuk menemui pihak manajemen atau Kepala Plan. Namun sangat disayangkan,saat mencoba berkoordinasi dengan salah satu pihak terkait di lokasi agar bisa tersambung dengan pimpinan,Kepala Plan belum bisa memberikan keterangan secara resmi mengenai polemik debu jalanan ini. “Kepala Plan keadaannya lagi sibuk,Pak. Lain waktu saja kesini lagi,untuk hari ini tidak bisa.” tutur salah satu perwakilan di lokasi menirukan pesan pimpinannya. Hingga berita ini diterbitkan warga berharap pihak perusahaan terkait bisa lebih meningkatkan intensitas penyiraman jalan yang maksimal demi menjaga keselamatan berkendara serta kesehatan lingkungan masyarakat Panimbangjaya,sekaligus pelintas jalan. Juhadi Geembhol.