MK, Lahat -Sumsel : Kamis 30 Juli 2016
Sumber :Dedi Irawan BAZNAS Kab. Lahat.
Tangis haru tak membendung pecah di halaman sebuah rumah kayu yang lapuk di Desa Cecar, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat. Ibu Amiah (60), dengan tangan gemetar dan mata berkaca-kaca, menyaksikan langsung momen bersejarah dalam hidupnya: peletakan batu pertama pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) milik BAZNAS Kabupaten Lahat melalui pilar Program Lahat Sejahtera.
Bagi Ibu Amiah, batu pertama yang tertanam hari itu bukan sekadar tumpukan semen dan material bangunan. Itu adalah simbol berakhirnya masa-masa penuh ketakutan yang telah bertahun-tahun menemaninya.
Selama ini, wanita lansia tersebut harus bertahan hidup di dalam rumah yang jauh dari kata layak. Dinding papan yang mulai membusuk, tiang-tiang penyangga yang miring, serta atap seng yang berlubang kerap membuat malam-malamnya dicekam rasa waswas. Saat angin kencang bertiup atau hujan deras mengguyur Kikim Timur, Ibu Amiah hanya bisa terduduk pasrah di sudut ruangan yang tidak kebasahan sambil memanjatkan doa.
Suasana haru kian terasa saat prosesi peletakan batu pertama dihadiri langsung oleh jajaran pengurus BAZNAS Kabupaten Lahat, Pihak Kecamatan, Kades, perangkat Desa Cecar, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang datang memberikan dukungan moril.
Saat diberikan kesempatan bicara, suara Ibu Amiah terdengar bergetar, terputus-putus oleh usapan air mata kebahagiaan.
”Saya tidak pernah membayangkan hari ini akan datang. Dulu, setiap malam hujan saya cuma bisa berdoa supaya rumah ini tidak roboh,” ungkap Ibu Amiah lirih di hadapan para tamu undangan. “Terima kasih banyak BAZNAS Lahat, Pak Kades, dan semua dermawan. Batu pertama ini seperti jawaban dari doa-doa saya selama ini.”
Program bedah rumah BAZNAS Lahat Sejahtera ini merupakan wujud nyata kepedulian sesama melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, momen peletakan batu pertama ini juga memantik kembali semangat gotong royong warga Desa Cecar yang bahu-membahu siap membantu proses pembangunan.
Ketua BAZNAS Lahat Erwin Arsah, S.Pd.I,MM menyampaikan bahwa peletakan batu pertama ini menjadi awal dari komitmen untuk menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan bermartabat bagi Ibu Amiah. Diharapkan dalam beberapa waktu ke depan, bangunan ini telah berdiri kokoh dan siap menjadi tempat berlindung yang tenang serta nyaman bagi sang penerima manfaat di usia senjanya.
*TIM-
Berita Terkait
Keluhkan Jalan Berdebu di Panimbangjaya,Warga,Apakah Harus Menunggu Kecelakaan Dulu Pandeglang-Banten-Mmc] Sejumlah warga masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Raya Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang yang dipenuhi debu disepanjang jalan Kp.Babakan Kiara- pasar Panimbang.Selain mengancam kesehatan pernapasan, pekatnya debu tersebut juga mulai mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas di jalur jalan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam dari warga setempat.Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya terkait lambatnya penanganan polusi debu di jalur itu. “Apakah harus menunggu ada yang kecelakaan dulu baru bertindak.Apakah tidak ada penyiraman jalan yang maksimal? Padahal yang lebih diutamakan itu menjaga kesehatan masyarakat dan yang dihawatirkan takut ada yang kecelakaan,tolong di perhatikan ya pak terkait jalan yang ngebul banyak debu ini.”Keluh dan Pintanya warga dengan nada kecewa. Di tempat terpisah,awak media berhasil menemui petugas yang bertanggung jawab atas penyiraman jalan di area tersebut.Pihak penyedia air jika mengatakan.Proses penyiraman tetap berjalan ketika loading. “Untuk saat ini, kapasitasnya sekitar 2 mobil per hari, di mana satu mobil bisa digunakan untuk 4 kali putaran,kalaw perusahaan selagi tidak ada job,penyiraman tidak dilakukan.jelas petugas penyiram. Ia menambahkan bahwa jangkauan jalan yang disiram terbentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer. “Kami mah selaku penyedia jual air dan bagian menyiram jalan saja.Biasanya kami melakukan penyiraman sekitar jam 2 siang dan jam 5 sore. Mengapa hanya 2 mobil untuk satu hari? Karena instruksi dari Kepala Plan memang segitu,Kalaw waktu dulu memang rutin dan teratur penyiramannya,tetapi untuk saat ini paling banyak cuma 2 mobil ” bebernya. Guna mendapatkan perimbangan berita awak media mencoba mendatangi lokasi PT.Varia Usaha Beton(VUB) untuk menemui pihak manajemen atau Kepala Plan. Namun sangat disayangkan,saat mencoba berkoordinasi dengan salah satu pihak terkait di lokasi agar bisa tersambung dengan pimpinan,Kepala Plan belum bisa memberikan keterangan secara resmi mengenai polemik debu jalanan ini. “Kepala Plan keadaannya lagi sibuk,Pak. Lain waktu saja kesini lagi,untuk hari ini tidak bisa.” tutur salah satu perwakilan di lokasi menirukan pesan pimpinannya. Hingga berita ini diterbitkan warga berharap pihak perusahaan terkait bisa lebih meningkatkan intensitas penyiraman jalan yang maksimal demi menjaga keselamatan berkendara serta kesehatan lingkungan masyarakat Panimbangjaya,sekaligus pelintas jalan. Juhadi Geembhol.