Bojonegoro -Dugaan pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah guru honorer ,yang diiming iming akan diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro dan hanya isapan jempol belaka kini tengah menjadi perbincangan publik. Menyikapi hal tersebut, Komisi C DPRD Bojonegoro berencana akan segera memanggil pihak yang terkait untuk diklarifikasi.
Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Nathasha Devianti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah lama mendengar isu tersebut dan tengah mengumpulkan data untuk memperkuat klarifikasi.
Menurutnya, dugaan pungutan dilakukan oleh oknum di internal Dinas Pendidikan dengan menjanjikan pengangkatan guru honorer ke status PNS .
“Saya sudah mendengar isu ini sejak lama. Dalam waktu dekat, kami akan memanggil pihak Dinas Pendidikan untuk mengklarifikasi dugaan pungli ini,” ujar Nathasha saat ditemui, Kamis (5/6).
Politisi Sasa menjelaskan, pihaknya telah mengantongi beberapa nama korban beserta dengan jumlah uang yang disetorkan. Jumlah dana yang diduga telah disetorkan ke oknum Disdik Bojonegoro mencapai lebih dari Rp 400 juta. “Dari data sementara yang kami terima, jumlah korban cukup banyak. Nominal yang disetorkan pun bervariasi, dan totalnya mencapai lebih dari Rp 400 juta,” ungkap Sasa (Panggilan akrab)
Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, belum memberikan tanggapan rinci terkait dugaan tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa klarifikasi resmi akan dilakukan dalam pertemuan dengan Komisi C DPRD pada 12 Juni mendatang. “Tunggu saja tanggal 12 nanti saat kita bertemu dengan Komisi C,” ujar Mukhtadlo sembari meninggalkan wartawan.(tr)












