Blitar|MMCNEWS.ID ,- Jajaran Sat Resnarkoba Polres Blitar berhasil mengungkap kasus peredaran obat terlarang dan mengamankan pelaku dengan berbagai modus operandi dilakukan untuk menjerat korabn yang kebanyakan anak muda di tiga tempat tujuh Wilayah Kabupaten Blitar , Malang dan Tulung Agung dengan kejadian dari tanggal 03 sampai 24 Februari 2021.
Kasus ini terungkap berkat kerja keras jajaran Sat Resnarkoba Res Malang serta peran aktif laporan masyarakat.
Dihadapan awak media saat press rielis yang di gelar di Mapolres Blitar yang di pimpin AKBP Leonard M Sinambela SIK SH menuturkan pelaku ditangkap saat melakukan aksinya.
“Petugas melakukan penangkapan terhadap terlapor AL 44th di Warung Kopi di Desa Kunir Kecamatan Wonodadi , Blitar.”terangnya kepada wartawan Selasa (16/03/2021).
Pelaku dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengedarkan obat terlarang ditempat umum.
“karena tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual sabu dengan BB 0,70 gram.”ungkap Leonard.
Setelah melakukan penangkapan lalu petugas mengembangkan , dari keterangan pelaku pertama yang ditangkap, petugas kembali menangkap AFS 33 th warga Desa bendiljatikulon kecamatan Sumbergempol tulung agung.
Lebih jauh Kapolres menjelaskan , petugas juga berhasil amankan pelaku dengan ksus yang sama HS ALIAS SENTONG ,Lk , 38 Th ,Islam ,Swasta (Tukang Parkir) ,Alamat Kel Kasin Kec Klojen Kota Malang
TH ALIAS PIKACHU , Lk , 34 Th ,Islam , Sd (Tamat) ,Swasta (Sopir) ,Alamat Kel Kasin Kec Klojen Kota Malang.
AM ALIAS ALI ,Lk , 44 Th ,Islam ,Sopir ,Alamat Kel Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Mojokerto.
Dengan barang bukti 1.4 gram sabu.
Lebih jauh , sedang kasus peredaran pil doubel L
Satreskoba Polres Blitar menangkap DD lk 45 th Swasta warga Ds Sawentar Kanigoro dengan BB 17.375 butir pil LL yang oleh tersangka dipecah menjadi paket paket mulai isi 5 butir, 10butir, 20 butir yang dipasarkan oleh pelaku kepada para konsumen.
Masih menurut Kapolres , selain mengamankan pelaku Sabu dan pil Doubel L petugas juga meringkus kelompok Okerbaya FCW Alias Kampret ,Lk ,24 Th ,Buruh Serabutan ,Alamat Kel Kademangan Kec Kademangan Kab Blitar
HS ,Lk ,20 Th Wiraswasta ,Alamat Kel Sutojayan Kec Sutojayan Kab Blitar
DEP , Lk ,18 Th ,Islam ,Alamat Kel Sutojayan Kec Sutojayan Kab Blitar
Scu Alias Uda ,Lk ,23 Th ,Sopir Alamat Desa Ngeni Kec Wonotirto Kab Blitar
AND Alias Sadak ,lk ,42 th , alamat Desa Ngeni kecamatam wonotirto Blitar
YD Alias Dedi, Lk ,45 Th Alamat Desa Sawentar Kec Kanigoro Kab Blitar
WP Alias Gamol, Lk ,21 Th Alamat Kel Kepanjenlor Kec Kepanjen Kidul Kota Blitar dan Ica alias Semprul , lk ,23 th , Alamat Desa Tegalasri Kec Wlingi Kab Blitar.
Kapolres menambahkan , pelaku dan barag bukti
Sabu 1,4 gr
Pil doble L 21.700 butir
Uang Tunai Rp 587.000,
Handphone 4 unit.
1 unit timbangan
Alat bong/pipa kaca.
Untuk mempertangung jawabkan perbuatanya pelaku yang kini ditetapkan sebagai tersangka di jerat
dengan Pasal 114 ayat I UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun penjara.
Pasal 196 dan 197 UU RI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara.
Sumber : Pers
Report : Ratri/Diana/Rizka
Editor : Didik Sap
Berita Terkait
Ratusan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Bojonegoro mengikuti pembinaan untuk meningkatkan daya saing produk hingga menembus pasar nasional dan internasional. Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro tersebut digelar di Hotel Eastern, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) Sri Wahyuni, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, pengurus Dekranasda, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menjelaskan, Dekranasda telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan IKM selama lima tahun. Pada 2025, fokus pada pembangunan fondasi melalui identifikasi produk kerajinan unggulan, pembentukan ikon produk, penguatan branding, hingga pengembangan sentra industri. Memasuki 2026, fokus pada kualitas produk dan SDM. Cantika menuturkan, target ekspor produk unggulan Bojonegoro diproyeksikan pada 2028. Meski demikian, berbagai tahapan persiapan telah dimulai sejak tahun ini, mulai dari peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, digital marketing, hingga perluasan akses pasar melalui berbagai pameran tingkat regional, nasional, maupun internasional. “Persaingan saat ini bukan lagi antardaerah, tetapi sudah bersaing dengan produk dari berbagai negara. Karena itu kualitas, detail produk, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar harus terus ditingkatkan agar produk Bojonegoro siap bersaing di pasar global,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan, Dekranasda telah melaksanakan berbagai program pendampingan bagi IKM, seperti pelatihan pemasaran digital melalui siaran langsung TikTok, keikutsertaan pada pameran Inacraft, peningkatan desain dan branding produk, hingga membuka akses pasar nasional dan internasional. Pada kesempatan tersebut, Dekranasda juga menjalin kolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Menurut Cantika, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat merupakan implementasi konsep hexahelix yang diharapkan mampu mempercepat pengembangan IKM di Kabupaten Bojonegoro. “Melalui kolaborasi ini kami berharap para dosen, peneliti, dan mahasiswa dapat menjadi mitra strategis bagi IKM, sehingga berbagai kendala usaha dapat dicarikan solusi melalui kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya. Cantika juga berpesan kepada seluruh pelaku IKM agar terus belajar, berinovasi, memanfaatkan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta memperluas jejaring dan kolaborasi. Menurutnya, keempat hal tersebut menjadi kunci agar IKM mampu berkembang dan naik kelas. Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UMM Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Universitas Muhammadiyah Malang dengan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas IKM secara berkelanjutan. “Ketika usaha sudah naik kelas dan siap ekspor, maka pelaku IKM juga harus siap dengan tata kelola dan standar yang mengikuti kebutuhan pasar global. Karena itu pendampingan akan terus kami lakukan secara bertahap,” ujarnya. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembinaan yang dipandu tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Para peserta memperoleh materi mengenai penguatan kapasitas IKM, pengelolaan usaha, peningkatan daya saing produk, hingga strategi menembus pasar ekspor.