Bojonegoro – Rekonstruksi jalan rigid beton program BKK di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, ada yang perlu dipertanyakan.
Pasalnya dari data yang berhasil dihimpun awak media di lokasi pekerjaan, dalam pelaksanaan proyek rekonstruksi jalan beton itu ada hal yang membuat rasa penasaran publik pada bagian pembesian. Terlihat besi dowel namun tanpa adanya besi penyangga.
Memang ada sebagian pekerjaan yang pada pemasangan besi dowel nya menggunakan besi penyangga, tapi ada juga yang tidak, yaitu sesuai kebutuhan dari beban yang sering diterima oleh permukaan jalan itu.
Padahal selama ini kendaraan yang sering melintasi jalan poros tersebut adalah dam truk bermuatan pasir yang berasal dari tambang pasir ilegal di wilayah Dusun Bedahan, Desa Sudu, Kecamatan Gayam, maka dapat diartikan bahwa jalan rigid beton itu nantinya akan dilalui kendaraan ber-tonase besar, maka untuk pembesian dowel sebaiknya menggunakan besi penyangga agar lebih kuat.
Tampak jelas di lokasi tersebut bahwa keberadaan besi dowel yang terpasang hanya diikat saja dengan wiremesh, tanpa adanya besi penyangga untuk dowel nya.
“Saya sempat berhenti di lokasi proyek tersebut, dan saya lihat besi penyangga untuk dowel nya tak tampak terpasang saat itu,” tutur salah seorang warga yang sempat melintasi lokasi tersebut.
Bagitupun salah seorang aktifis lokal di Bojonegoro juga turut buka suara terkait hal tersebut. Dirinya menyampaikan bahwa jika kondisi suatu jalan yang biasanya sering dilalui kendaraan bermuatan berat, maka keberadaan komponen penting dalam konstruksi rigid beton sebaiknya dilengkapi ketika awal pembuatan RAB untuk bangunan itu.
“Kondisi suatu jalan yang sering dilewati kendaraan bertonase berat, maka keberadaan komponen penting dalam konstruksi rigid beton sebaiknya dilengkapi ketika awal pembuatan RAB untuk bangunan itu, agar fisik yang dihasilkan benar benar kuat karena telah menelan anggaran yang fantastis dari hasil pajak rakyat,” ucapnya, Senin (19/1/2026).
Awak media telah berusaha untuk mengonfirmasi hal tersebut kepada tim pelaksana kegiatan maupun konsultan pengawas, namun mereka tidak ada di lokasi pekerjaan saat itu. Kemudian melalui akun whatsapp milik kepala desa setempat, awak media juga telah mengonfirmasi hal tersebut, namun hingga berita ini diterbitkan masih belum ada jawaban juga.
(Tim)












