Bojonegoro – Polsek Kota Bojonegoro memanfaatkan lahan kosong yang berada di belakang Mapolsek dengan cara menanam berbagai jenis tanaman serta budidaya ikan lele dan ayam joper.
“Hal ini guna mendukung program ketahanan pangan,” kata Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia kepada awak media, Jum’at (19/2/2021).
Kapolres Bojonegoro menjelaskan berbagai tanaman yang ditanam di antaranya sayur sayuran seperti kangkung, selada, sawi. Selain itu juga ada budidaya ikan lele dan ayam joper.
Selain mendukung program ketahanan pangan, hal ini juga merupakan wujud konkrit kepolisian dalam hal ini Polres Bojonegoro untuk mendukung program pemerintah menjaga stabilitas ketersediaan pangan.
“Saya juga memerintahkan jajaran Polsek untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam, budidaya ikan atau budidaya lainnya yang bermanfaat guna mendukung program ketahanan pangan,” kata EG Pandia.
Dari pantuan awak media ini, Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia menabur bibit (benih) ikan lele sebanyak 2000 di kolam yang berada di belakang Mapolsek Kota Bojonegoro.
AKBP Pandia menambahkan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Program Ketahanan Pangan, serta penebaran tambahan bibit ikan lele, pengecekan budidaya ayam joper, budidaya sayur mayur dengan maksud untuk belajar memaksimalkan lahan kosong yang ada di kantor atau rumah anggota.
“Dengan adanya ketahanan pangan, kita memanfaatkan lahan kosong di sekitaran Polsek atau rumah milik anggota dengan cara budidaya yang bermanfaat,” tandas EG Pandia.
Harapan Kapolres Bojonegoro dengan memanfaatkan lahan kosong bahwa setiap anggota Polri maupun ASN bisa belajar dan berlatih sejak dini memanfaatkan lahan kosong untuk berbudidaya sehingga pada waktu selesai purna tugas sudah mempunyai kesibukan yang bisa menghasilkan rejeki tambahan, untuk keluarga serta bermanfaat kepada lingkungan sekitarnya.
“Sudah paham dalam hal budidaya bisa sebagai motivator dan pilot project dalam menggerakkan masyarakat dalam budidaya untuk ketahanan pangan, selain itu secara tidak langsung dapat memberikan tambahan rejeki, khususnya bagi anggota dan masyarakat sekitar pada umumnya,” tutup AKBP EG Pandia.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia, SIK, MM, MH didampangi para pejabat utama Polres Bojonegoro serta Kapolsek Kota Bojonegoro, Kompol Hari Adi Agus Wahono. (Red/hum)
Berita Terkait
Keluhkan Jalan Berdebu di Panimbangjaya,Warga,Apakah Harus Menunggu Kecelakaan Dulu Pandeglang-Banten-Mmc] Sejumlah warga masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Raya Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang yang dipenuhi debu disepanjang jalan Kp.Babakan Kiara- pasar Panimbang.Selain mengancam kesehatan pernapasan, pekatnya debu tersebut juga mulai mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas di jalur jalan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam dari warga setempat.Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya terkait lambatnya penanganan polusi debu di jalur itu. “Apakah harus menunggu ada yang kecelakaan dulu baru bertindak.Apakah tidak ada penyiraman jalan yang maksimal? Padahal yang lebih diutamakan itu menjaga kesehatan masyarakat dan yang dihawatirkan takut ada yang kecelakaan,tolong di perhatikan ya pak terkait jalan yang ngebul banyak debu ini.”Keluh dan Pintanya warga dengan nada kecewa. Di tempat terpisah,awak media berhasil menemui petugas yang bertanggung jawab atas penyiraman jalan di area tersebut.Pihak penyedia air jika mengatakan.Proses penyiraman tetap berjalan ketika loading. “Untuk saat ini, kapasitasnya sekitar 2 mobil per hari, di mana satu mobil bisa digunakan untuk 4 kali putaran,kalaw perusahaan selagi tidak ada job,penyiraman tidak dilakukan.jelas petugas penyiram. Ia menambahkan bahwa jangkauan jalan yang disiram terbentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer. “Kami mah selaku penyedia jual air dan bagian menyiram jalan saja.Biasanya kami melakukan penyiraman sekitar jam 2 siang dan jam 5 sore. Mengapa hanya 2 mobil untuk satu hari? Karena instruksi dari Kepala Plan memang segitu,Kalaw waktu dulu memang rutin dan teratur penyiramannya,tetapi untuk saat ini paling banyak cuma 2 mobil ” bebernya. Guna mendapatkan perimbangan berita awak media mencoba mendatangi lokasi PT.Varia Usaha Beton(VUB) untuk menemui pihak manajemen atau Kepala Plan. Namun sangat disayangkan,saat mencoba berkoordinasi dengan salah satu pihak terkait di lokasi agar bisa tersambung dengan pimpinan,Kepala Plan belum bisa memberikan keterangan secara resmi mengenai polemik debu jalanan ini. “Kepala Plan keadaannya lagi sibuk,Pak. Lain waktu saja kesini lagi,untuk hari ini tidak bisa.” tutur salah satu perwakilan di lokasi menirukan pesan pimpinannya. Hingga berita ini diterbitkan warga berharap pihak perusahaan terkait bisa lebih meningkatkan intensitas penyiraman jalan yang maksimal demi menjaga keselamatan berkendara serta kesehatan lingkungan masyarakat Panimbangjaya,sekaligus pelintas jalan. Juhadi Geembhol.