Blitar ] MMCNews.ID – Sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang paling sempurna dalam kehidupan ini, kita harus menyadari bahwa masih banyak saudara-saudara di tempat lain yang membutuhkan perhatian, bantuan dan dukungan moral dari kita. Sudah sepantasnya, hati kita sebagai sesama manusia dan seorang peduli dengan sesama.
Oleh karena itu, Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambella S.H. S.I.K M.H bersama dengan Waka Polres Blitar Kompol Wiji Rahayu S.H bersama PJU Polres Blitar melaksanakan kegiatan bhakti sosial kepada anak yatim piatu pada Hari Kamis (25/3/2021)
Kegiatan dilaksanakan di gedung aula Hogeng Mako Polres Blitar Dalam kegiatan santunan anak yatim tersebut terdapat 75 orang yang memerlukan bantuan dan uluran tangan dari kita semua.
“Memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukan rasa kepedulian terhadap kehidupan anak-anak yatim piatu di sekitar kita. Karena memelihara dan memperhatikan anak yatim merupakan perintah dari Allah SWT dan anjuran dari Rasulullah SAW,” ungkap AKBP Leonard M Sinambella S.H S.I.K M.H
Pada kesempatan tersebut Kapolres Blitar memberikan bantuan dan menyampaikan ucapkan terima kasih kepada pengasuh yayasan Pondok pesantren Mambaul Ihsam Combong Kecamatan Kanigoro yang sudah berkenan untuk datang ke Polres Blitar untuk bersilaturahmi. AKBP Leonard M Sinambella juga menyampaikan kepada anak-anak panti untuk terus belajar memperdalam ilmu baik agama maupun umum.
Saat berbincang-bincang dengan pengasuh panti, Kapolres berharap untuk bisa ikut menangkal berita hoax dan memberikan berita yang positif kepada anak asuhnya. patuhi Protokol Kesehatan untuk.mencegah penyebaran Covid-19 saat ini.
“Kami harap pengasuh yayasan bersama anak asuhnya dapat membantu Polri dalam menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Blitar dan semoga dengan kegiatan bhakti sosial ini dapat menjalin silaturahmi antara Polres Blitar dengan seluruh elemen masyarakat di wilayah kabupaten Blitar” tambahnya.(Ratri/Diana/Red)
Sumber : Humpol Blitar
Editor : Didik Sap
Berita Terkait
Ratusan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Bojonegoro mengikuti pembinaan untuk meningkatkan daya saing produk hingga menembus pasar nasional dan internasional. Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro tersebut digelar di Hotel Eastern, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) Sri Wahyuni, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, pengurus Dekranasda, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menjelaskan, Dekranasda telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan IKM selama lima tahun. Pada 2025, fokus pada pembangunan fondasi melalui identifikasi produk kerajinan unggulan, pembentukan ikon produk, penguatan branding, hingga pengembangan sentra industri. Memasuki 2026, fokus pada kualitas produk dan SDM. Cantika menuturkan, target ekspor produk unggulan Bojonegoro diproyeksikan pada 2028. Meski demikian, berbagai tahapan persiapan telah dimulai sejak tahun ini, mulai dari peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, digital marketing, hingga perluasan akses pasar melalui berbagai pameran tingkat regional, nasional, maupun internasional. “Persaingan saat ini bukan lagi antardaerah, tetapi sudah bersaing dengan produk dari berbagai negara. Karena itu kualitas, detail produk, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar harus terus ditingkatkan agar produk Bojonegoro siap bersaing di pasar global,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan, Dekranasda telah melaksanakan berbagai program pendampingan bagi IKM, seperti pelatihan pemasaran digital melalui siaran langsung TikTok, keikutsertaan pada pameran Inacraft, peningkatan desain dan branding produk, hingga membuka akses pasar nasional dan internasional. Pada kesempatan tersebut, Dekranasda juga menjalin kolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Menurut Cantika, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat merupakan implementasi konsep hexahelix yang diharapkan mampu mempercepat pengembangan IKM di Kabupaten Bojonegoro. “Melalui kolaborasi ini kami berharap para dosen, peneliti, dan mahasiswa dapat menjadi mitra strategis bagi IKM, sehingga berbagai kendala usaha dapat dicarikan solusi melalui kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya. Cantika juga berpesan kepada seluruh pelaku IKM agar terus belajar, berinovasi, memanfaatkan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta memperluas jejaring dan kolaborasi. Menurutnya, keempat hal tersebut menjadi kunci agar IKM mampu berkembang dan naik kelas. Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UMM Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Universitas Muhammadiyah Malang dengan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas IKM secara berkelanjutan. “Ketika usaha sudah naik kelas dan siap ekspor, maka pelaku IKM juga harus siap dengan tata kelola dan standar yang mengikuti kebutuhan pasar global. Karena itu pendampingan akan terus kami lakukan secara bertahap,” ujarnya. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembinaan yang dipandu tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Para peserta memperoleh materi mengenai penguatan kapasitas IKM, pengelolaan usaha, peningkatan daya saing produk, hingga strategi menembus pasar ekspor.