Malang|MMCNEWS.ID,-Forkopimcam Kalipare yang tergabung dalam Focus Group Discussion ( FGD ) menyelenggarakan kegiatan musyawarah dalam tema Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelayanan Publik serta “Peranan Penyuluh Agama dalam PPKM Sekala Mikro guna mencegah penularan Covid -19” bertempat di Pendopo Kecamatan Kalipare, Jalan Raya Kalipare No. 902 Kalipare, Kab Malang.Kamis (18/03/ 2021)
Sebelum penyampaian materi yang disampaikan A Fauzan S.Sos dari Komisi 1 anggota DPRD Malang yang menjelaskan sekilas terkait tugas DPRD.
Berharap acara ini bisa sebagai wadah utk menampung aspirasi / usulan masyarakat utk disampaikan ke Dinas terkait / Satuan atas.
Menjelaskan sekilas terkait PPKM Mikro yg berhubungan dengan kegiatan Ibadah dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala KUA Kec Kalipare, dalam sambutanya Drs H Zubaidi menyampaikan aturan / dasar terkait peran Penyuluh Agama dalam rangka mensukseskan Program Pemerintah termasuk Program PPKM Sekala Mikro.
Lanjutnya , Agar peran Penyuluh Agama dan Tokoh Agama di wilayah Kalipare bersama instansi samping dapat membantu menyampaikan sosialisasi terkait Covid – 19 secara maksimal kepada masyarakat, dan berharap warga kita yg terdampak Covid 19 semakin menurun. Dikesempatan yang sama Kepala KUA Memperkenalkan para narasumber dari tim anggota DPRD Kab Malang.
Selanjutnya disambung sambutan oleh Bpk H. Kuncoro, SH Komisi II DPRD Kab Malang,
Disampaikan , Kuncoro Menjelaskan tugas legislatif dalam penanganan Covid 19.
Menjelaskan 3 bencana ( bencana alam, bencana non alam, bencana sosial / faktor manusia ).
Lebih jauh Kunvoro menyampaikan Program Pemerintah dan evaluasinya terkait Covid 19 ( PSBB sampai dengan PPKM sekala Mikro ) dan menjelaskan sekilas terkait Kampung Tangguh termasuk 7 indikator di dalamnya.
Diteruskan sambutan oleh M Rizqi Firrmansyah ( Komisi III DPRD Kab Malang ) Dia
menjelaskan sekilas peran penyuluh Agama dan Tokoh Agama terkait PPKM skala mikro.
Agar membantu mengawasi Bantuan Sosial terkait Covid – 19 agar tdk ada pelanggaran, penyalahgunaan anggaran atau agar tepat sasaran.
Sambutan yang terakhir oleh Drs. M Fauzi, M.Ag , anggota DPRD Kabupaten Mapang yang duduk di kursi Komisi IV ini menitik beratkan kepada anggaran.
Dijelaskan , Terkait anggaran pembangunan banyak yg berkurang karena prioritas utk penanganan program Covid – 19.
M Fauzi Berharap pandemi Covid segera berakhir.
Terkait Penanganan Covid 19 silahkan dikomunikasikan agar ada solusi terbaik bagi kita semua.
Kegiatan ini dihadiri Forkopimcam Kalipare dan tetap disiplin prokes.
Report : Ratri/Diana
Editor : Didik Sap
Berita Terkait
Keluhkan Jalan Berdebu di Panimbangjaya,Warga,Apakah Harus Menunggu Kecelakaan Dulu Pandeglang-Banten-Mmc] Sejumlah warga masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Raya Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang yang dipenuhi debu disepanjang jalan Kp.Babakan Kiara- pasar Panimbang.Selain mengancam kesehatan pernapasan, pekatnya debu tersebut juga mulai mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas di jalur jalan tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam dari warga setempat.Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya terkait lambatnya penanganan polusi debu di jalur itu. “Apakah harus menunggu ada yang kecelakaan dulu baru bertindak.Apakah tidak ada penyiraman jalan yang maksimal? Padahal yang lebih diutamakan itu menjaga kesehatan masyarakat dan yang dihawatirkan takut ada yang kecelakaan,tolong di perhatikan ya pak terkait jalan yang ngebul banyak debu ini.”Keluh dan Pintanya warga dengan nada kecewa. Di tempat terpisah,awak media berhasil menemui petugas yang bertanggung jawab atas penyiraman jalan di area tersebut.Pihak penyedia air jika mengatakan.Proses penyiraman tetap berjalan ketika loading. “Untuk saat ini, kapasitasnya sekitar 2 mobil per hari, di mana satu mobil bisa digunakan untuk 4 kali putaran,kalaw perusahaan selagi tidak ada job,penyiraman tidak dilakukan.jelas petugas penyiram. Ia menambahkan bahwa jangkauan jalan yang disiram terbentang sepanjang kurang lebih 1 kilometer. “Kami mah selaku penyedia jual air dan bagian menyiram jalan saja.Biasanya kami melakukan penyiraman sekitar jam 2 siang dan jam 5 sore. Mengapa hanya 2 mobil untuk satu hari? Karena instruksi dari Kepala Plan memang segitu,Kalaw waktu dulu memang rutin dan teratur penyiramannya,tetapi untuk saat ini paling banyak cuma 2 mobil ” bebernya. Guna mendapatkan perimbangan berita awak media mencoba mendatangi lokasi PT.Varia Usaha Beton(VUB) untuk menemui pihak manajemen atau Kepala Plan. Namun sangat disayangkan,saat mencoba berkoordinasi dengan salah satu pihak terkait di lokasi agar bisa tersambung dengan pimpinan,Kepala Plan belum bisa memberikan keterangan secara resmi mengenai polemik debu jalanan ini. “Kepala Plan keadaannya lagi sibuk,Pak. Lain waktu saja kesini lagi,untuk hari ini tidak bisa.” tutur salah satu perwakilan di lokasi menirukan pesan pimpinannya. Hingga berita ini diterbitkan warga berharap pihak perusahaan terkait bisa lebih meningkatkan intensitas penyiraman jalan yang maksimal demi menjaga keselamatan berkendara serta kesehatan lingkungan masyarakat Panimbangjaya,sekaligus pelintas jalan. Juhadi Geembhol.