Gresik | MMCNews.Id ,-Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi, pada Rabu (1/9/2021), di SMAN 1 Kabupaten Gresik. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam membentuk herd immunity di Jawa Timur.
Dalam pelaksanaan vaksinasi ini disiapkan sebanyak 1.300 dosis, jenis Sinovac tahap pertama, yang diperuntukan bagi pelajar SMAN 1 Kabupaten Gresik. Selain itu, pelaksanaan vaksinasi ini juga dibantu 69 petugas tenaga kesehatan gabungan dari TNI Polri dan Dinkes Gresik yang dibagi, sebagai tenaga registrasi, screening dan vaksinator.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama Polda Jatim dalam kunjungannya menyampaikan Kunjungannya tersebut diantaranya untuk mendorong, men-support kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Gresik, bersama jajaran Kodim maupun Polres Gresik, serta seluruh jajaran pendidikan, diantaranya SMAN 1, untuk melaksanakan vaksinasi.
Selain itu, Forkopimda Jatim juga akan melaksanakan vaksinasi di Kabupaten/Kota, Jawa Timur sebanyak 15 ribu dosis, dibantu oleh pemerintah daerah.
“Dalam perencanaanya hari ini di seluruh kabupaten Gresik akan dilaksanakan vaksinasi sekitar 5000 dosis, sedangkan yang dilaksankan di SMAN 1 Gresik hari ini ada 1.300 dosis,” kata Kapolda Jatim, didampingi Bupati Gresik, Kapolres Gersik, Dandim, kepala sekolah SMAN 1 Gersik, serta Pejabat Utama Polda Jatim.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang hadir Baik dari TNI, Polri dan Dinkes Gresik, khususnya Para Polwan, yang sekarang melaksanakan hari ulang tahun Polwan ke 73, dan juga relawan yang telah membantu pelaksanaan vaksinasi ini,” ucapnya.
Tak lupa Kapolda Jatim juga mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah beserta seluruh guru, maupun perangkat sekolah, yang telah menyediakan tempat sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar.
“Kami jajaran Polda dengan Kodam dan Pemprov akan selalu men-support Kabupaten / Kotamadya, yang telah melaksanakan kegiatan dengan baik. Bapak Bupati Gresik tentunya yang paling utama dari semua kegiatan ini, sangat membantu dan sangat mendukung semua pelaksanaan vaksinasi yang telah direncanakan,” tandasnya.
Kapolda juga mengatakan. Kedepan Bupati tentunya bersinergi dengan Dandim dan Kapolres Gresik, akan bersama-sama menghadapi rencana datangnya vaksinasi.
“Di awal bulan September ini rencana akan ada sekitar 2 juta vaksin yang masuk. Kami mendengar informasi dari Kadinkes provinsi, vaksin tersebut sudah masuk di provinsi dan akan dibagikan,” jelasnya.
“Kami juga akan mendorong yang perlu dipersiapkan Puskesmas menjadi ujung tombak. Mempersiapkan nakes dan tambahan nakes. Karena ibu Gubernur menyiapkan dua tambahan nakes di setiap Puskesmas,” ujar Kapolda.
Kapolda berharap, dengan kolaborasi yang baik, koordinasi yang baik, dan pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan lancar, sehingga herd immunity bisa tercapai.
“Mudah-mudahanan murid-murid bisa divaksin, guru-gurunya juga sehat, murid-muridnya sehat. Proses belajar mengajar dapat berjalan,” pungkas Irjen Pol Nico Afinta.(Red/*)
Editor ; Didik Sap
Berita Terkait
Ratusan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Bojonegoro mengikuti pembinaan untuk meningkatkan daya saing produk hingga menembus pasar nasional dan internasional. Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro tersebut digelar di Hotel Eastern, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) Sri Wahyuni, Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, pengurus Dekranasda, serta tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menjelaskan, Dekranasda telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan IKM selama lima tahun. Pada 2025, fokus pada pembangunan fondasi melalui identifikasi produk kerajinan unggulan, pembentukan ikon produk, penguatan branding, hingga pengembangan sentra industri. Memasuki 2026, fokus pada kualitas produk dan SDM. Cantika menuturkan, target ekspor produk unggulan Bojonegoro diproyeksikan pada 2028. Meski demikian, berbagai tahapan persiapan telah dimulai sejak tahun ini, mulai dari peningkatan kualitas produk, desain, kemasan, digital marketing, hingga perluasan akses pasar melalui berbagai pameran tingkat regional, nasional, maupun internasional. “Persaingan saat ini bukan lagi antardaerah, tetapi sudah bersaing dengan produk dari berbagai negara. Karena itu kualitas, detail produk, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar harus terus ditingkatkan agar produk Bojonegoro siap bersaing di pasar global,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan, Dekranasda telah melaksanakan berbagai program pendampingan bagi IKM, seperti pelatihan pemasaran digital melalui siaran langsung TikTok, keikutsertaan pada pameran Inacraft, peningkatan desain dan branding produk, hingga membuka akses pasar nasional dan internasional. Pada kesempatan tersebut, Dekranasda juga menjalin kolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Menurut Cantika, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat merupakan implementasi konsep hexahelix yang diharapkan mampu mempercepat pengembangan IKM di Kabupaten Bojonegoro. “Melalui kolaborasi ini kami berharap para dosen, peneliti, dan mahasiswa dapat menjadi mitra strategis bagi IKM, sehingga berbagai kendala usaha dapat dicarikan solusi melalui kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya. Cantika juga berpesan kepada seluruh pelaku IKM agar terus belajar, berinovasi, memanfaatkan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta memperluas jejaring dan kolaborasi. Menurutnya, keempat hal tersebut menjadi kunci agar IKM mampu berkembang dan naik kelas. Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UMM Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Universitas Muhammadiyah Malang dengan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas IKM secara berkelanjutan. “Ketika usaha sudah naik kelas dan siap ekspor, maka pelaku IKM juga harus siap dengan tata kelola dan standar yang mengikuti kebutuhan pasar global. Karena itu pendampingan akan terus kami lakukan secara bertahap,” ujarnya. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembinaan yang dipandu tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Para peserta memperoleh materi mengenai penguatan kapasitas IKM, pengelolaan usaha, peningkatan daya saing produk, hingga strategi menembus pasar ekspor.